Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Ayatullah Khamenei: Makna Persatuan adalah Aksi Kemitraan Hadapi Konspirasi Kaum Arogan

POROS PERLAWANAN – Dalam pertemuan dengan para peserta Konferensi Persatuan Islam, pada Jumat 14 Oktober, Ayatullah Ali Khamenei menyatakan, ”Persatuan Islam dan eksistensi efektif di dunia baru adalah hal yang mungkin dilakukan, dengan syarat adanya upaya praktis dan keteguhan dalam menghadapi kesulitan serta tekanan. Contoh signifikannya adalah Republik Islam Iran yang tidak menyerah di hadapan kekuatan-kekuatan dunia. Kini Republik Islam Iran telah berubah menjadi pohon kukuh yang tidak bisa dicabut, bahkan dalam bayangan sekalipun.”

Diberitakan al-Alam, Pemimpin Tertinggi Iran mengatakan bahwa kesengsaraan Dunia Islam disebabkan oleh beberapa faktor, dan salah satu yang terpenting adalah perpecahan dan perpisahan Umat Muslim dari satu sama lain.

“Tugas kalangan elite dan berpengaruh di Dunia Islam adalah memusatkan perhatian untuk menciptakan jalan dan lahan praktis demi mempersatukan Muslimin, sebab di pihak lain, musuh telah menciptakan sebuah sel kanker di Kawasan, yaitu di Palestina, bernama Rezim Zionis. Mereka menempatkan orang-orang Zionis biadab, pembunuh, dan tak kenal kasihan di Palestina demi menyulut lebih banyak perpecahan di tengah Muslimin dan negara-negara Islam.”

Ia menyebut normalisasi sebagian negara Islam dengan Israel sebagai salah satu pengkhianatan terbesar dan mengatakan, ”Barangkali sebagian orang berkata bahwa terwujudnya persatuan dalam situasi saat ini adalah mustahil, dikarenakan sebagian pemimpin negara Islam (pelaku normalisasi). Namun para cendekiawan, ulama, dan kaum elite Dunia Islam bisa menjadikan atmosfer yang ada ini berlawanan dengan kehendak musuh. Dengan begitu, persatuan akan lebih mudah diwujudkan.”

Sehubungan dengan arti persatuan, Ayatullah Khamenei menjelaskan, ”Persatuan di Dunia Islam yang dimaksud adalah persatuan dalam menjaga kepentingan Umat Islam, bukan persatuan ras atau geografis.”

“Pemahaman yang benar soal kepentingan Umat Islam, siapa yang harus dicintai dan dimusuhi Muslimin, dan bagaimana cara mewujudkan kemitraan dalam tindakan menghadapi konspirasi kaum arogan, adalah faktor yang sangat penting untuk menciptakan persatuan,” tegas Ayatullah Khamenei.