Hamas Tekankan Pentingnya Aliansi Arab-Islam untuk Dukung Palestina
POROS PERLAWANAN – Pemimpin Hamas mengungkapkan bahwa selama ini rezim Pendudukan selalu menghalangi tercapainya gencatan senjata di Gaza, dan menyerukan negara-negara Arab dan Islam untuk mengambil tindakan nyata demi menghentikan agresi rezim Zionis dan mendukung rakyat Palestina.
Pernyataan itu disampaikan salah satu pemimpin senior Gerakan Hamas, Osama Hamdan, dalam wawancaranya dengan Al-Mayadeen pada Minggu malam 10 November, dan menyebut, pihak yang terus-menerus menghalangi tercapainya gencatan senjata adalah rezim Pendudukan Zionis. Pembantaian mengerikan yang dilakukan rezim ini terhadap rakyat Palestina terjadi dengan dukungan penuh dari Amerika Serikat dan beberapa negara Barat.
Osama menambahkan bahwa rakyat Palestina, dengan ketabahan mereka, tengah menuliskan kisah kepahlawanan menuju kemerdekaan. Penggunaan senjata kelaparan oleh Zionis terhadap warga sipil di wilayah utara Jalur Gaza mencerminkan sifat brutal dan keji rezim tersebut.
Hamdan juga mengimbau diadakannya pertemuan puncak negara-negara Arab dan Islam untuk menghentikan agresi terhadap rakyat Palestina, mencabut blokade, memberikan bantuan ke Gaza, dan mendukung hak-hak rakyat Palestina untuk memiliki negara merdeka dengan Yerusalem sebagai Ibu Kotanya.
Hamdan menekankan bahwa dukungan terus-menerus Pemerintah Amerika terhadap rezim Pendudukan membuat AS secara moral dan kemanusiaan bertanggung jawab atas kejahatan yang dilakukan di Jalur Gaza.
Lebih lanjut, Hamdan menyampaikan apresiasinya terhadap keberanian dan pengorbanan Kelompok Perlawanan Islam di Lebanon, serta perjuangan heroik para pejuang Hizbullah dalam menghadapi kekuatan Pendudukan. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada rakyat Yaman dan Perlawanan Irak atas dukungan mereka terhadap rakyat Palestina.
Pemimpin Hamas ini juga mengusulkan pembentukan aliansi Arab-Islam untuk memperkuat rakyat Palestina dalam memperjuangkan seluruh hak-hak mereka dan menyerukan pengusiran duta besar rezim Zionis dari negara-negara Arab.
Hamdan menyoroti lingkungan Arab belum mampu menekan musuh untuk menghentikan agresinya. Ia meminta peningkatan solidaritas dalam berbagai bentuk dengan rakyat Palestina, termasuk pengusiran rezim Pendudukan melalui aksi, pawai, dan pengepungan kedutaan besar Pendudukan dan pendukung mereka.
Hamdan juga berterima kasih kepada negara-negara yang meminta Dewan Keamanan untuk mengambil langkah pencegahan penjualan senjata ke rezim Zionis. Ia menegaskan, seluruh dunia telah menyaksikan bahwa rezim Pendudukan adalah penghalang utama tercapainya kesepakatan, dan kejahatan-kejahatan mereka terus berlanjut dengan dukungan AS dan negara-negara Eropa. Meski dihadapkan dengan pembantaian keji, rakyat Palestina tetap menunjukkan keteguhan yang luar biasa di tanah mereka.
Hamdan menyebutkan bahwa kejahatan brutal yang dilakukan rezim Zionis terhadap rakyat Palestina, khususnya lebih dari setahun terakhir adalah aib bagi para pendukung rezim ini dan bagi mereka yang diam atas kekejaman tersebut.
Ia menambahkan bahwa rezim Zionis juga menghalangi tim medis untuk mencapai para korban yang terkena serangan dan menggunakan kelaparan sebagai senjata terhadap rakyat di utara Jalur Gaza, dalam kerangka strategi yang disebut “Rencana Jenderal”.
Hamdan memperingatkan bahwa rezim Pendudukan masih menggunakan senjata kelaparan dan kekurangan air serta menghalangi masuknya obat-obatan ke Gaza. Akibatnya, anak-anak kehilangan nyawa karena kelaparan yang mematikan.
Satu-satunya cara untuk menghentikan pembantaian, kelaparan, dan pengungsian rakyat Palestina, menurut Hamdan adalah dengan menghentikan agresi, membuka perbatasan, dan mengizinkan bantuan masuk ke Jalur Gaza.
