Loading

Ketik untuk mencari

Yaman

Al-Houthi Peringatkan AS Segera Tarik Kapal Induk dari Laut Merah

Al-Houthi Peringatkan AS Segera Tarik Kapal Induk dari Laut Merah

POROS PERLAWANAN – Dewan Tertinggi Politik Yaman memberikan peringatan keras kepada Amerika Serikat terkait keberadaan kapal induk USS Harry S. Truman di Laut Merah. Kapal tersebut diminta segera meninggalkan kawasan untuk mencegah eskalasi militer.

Peringatan ini disampaikan Mohammed Ali Al-Houthi melalui unggahan di media sosial X, Rabu (1/1/2025). Ia menegaskan bahwa keberadaan kapal induk tersebut hanya akan memperburuk situasi dan mengarah pada militerisasi perairan Laut Merah.

“Lebih baik kapal induk Harry S. Truman menjauh dari Laut Merah, kembali ke pantai AS, dan mengembalikan situasi ke keadaan normal. Kehadirannya saat ini hanya akan memicu eskalasi militer di wilayah tersebut,” tulis Al-Houthi.

Ia juga menyatakan bahwa keberadaan kapal induk AS tersebut tidak memiliki legitimasi dan berada di luar kerangka tugas maupun misi yang sah. Menurutnya, penarikan kapal seperti ini bukanlah hal baru bagi Angkatan Laut AS, karena sebelumnya kapal-kapal induk seperti USS Eisenhower juga pernah melakukan hal serupa.

Latar Belakang Penempatan Kapal Induk

Saluran televisi Israel, Channel 14, beberapa hari sebelumnya melaporkan bahwa kapal induk USS Harry S. Truman telah tiba di selatan Laut Merah, dekat pantai Yaman. Penempatan ini disebut bertujuan untuk menghadapi ancaman udara dari pasukan bersenjata Yaman terhadap Israel.

Namun, pada Selasa (31/12/2024), Juru Bicara Pasukan Bersenjata Yaman, Brigadir Jenderal Yahya Saree, menyatakan bahwa selain dua serangan rudal balistik yang berhasil menarget Tel Aviv dan selatan Yerusalem, kapal induk AS di Laut Merah juga menjadi sasaran.

Menurut Saree, serangan terhadap kapal induk itu dilakukan melalui operasi gabungan pasukan Angkatan Laut, Angkatan Rudal, dan Angkatan Drone menggunakan rudal jelajah serta drone.

Sementara itu, media Yaman melaporkan delapan ledakan terdengar di ibu kota Sana’a pada hari yang sama. Sumber tidak resmi menyebutkan bahwa markas Divisi Pertama di kawasan Ma’in, utara Sana’a, serta pangkalan militer As-Siyanah menjadi target serangan.

Laporan dari saluran Al-Masirah menyebutkan bahwa gedung Kementerian Pertahanan Yaman di kompleks Al-Aradhi, pusat Sana’a, terkena dua serangan. Selain itu, kompleks industri militer “Kompleks 22 Mei” di kawasan Ats-Tsaurah terkena enam serangan lainnya.

Beberapa sumber, termasuk Sky News, mengklaim bahwa serangan tersebut bukan dilakukan menggunakan pesawat tempur, melainkan dengan peluncuran rudal dari dek sebuah kapal militer AS.

Kritik Al-Houthi terhadap AS

Dalam pernyataan terbarunya, Mohammed Ali Al-Houthi kembali mengecam AS. Ia menyatakan bahwa AS berperang melawan rakyat dan pasukan Yaman sebagai agresor dalam misi yang tidak bermoral, yang dianggapnya sebagai kelanjutan dari genosida di Gaza.

“Amerika Serikat berusaha memaksakan hukum rimba di kawasan ini dengan melanjutkan kebijakan arogansi. Alih-alih mendukung kemanusiaan di Gaza, mereka malah mendukung terorisme rezim Zionis,” tegasnya.

Al-Houthi menambahkan bahwa Yaman dan pasukannya mendukung Gaza atas dasar kehormatan, kemanusiaan, kebijaksanaan, dan tekad. “Jenis dukungan ini sangat berbeda dengan dukungan yang diberikan Amerika Serikat kepada rezim Zionis,” pungkasnya.

Tags: