Yedioth Ahronoth: Israel Dapatkan Izin Resmi AS untuk Lanjutkan Operasi Militernya di Gaza
POROS PERLAWANAN — Beberapa sumber media Israel mengeklaim bahwa Tel Aviv telah menerima surat resmi dari Pemerintah Amerika Serikat yang memberikan hak kepada Israel untuk melanjutkan operasi militernya. Surat tersebut juga mencakup paket insentif yang diusulkan oleh Presiden terpilih AS, Donald Trump.
Harian Yediot Aharonot melaporkan pada Sabtu malam, 18 Januari bahwa surat tersebut ditandatangani oleh Presiden Joe Biden yang menegaskan dukungan Amerika terhadap hak Israel untuk melanjutkan aksi militer jika dianggap diperlukan.
Netanyahu: “Kami Tidak Akan Berhenti Hingga Semua Sandera Dibebaskan”
Sementara itu Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu, pada Sabtu malam menanggapi ketegangan yang muncul akibat kesepakatan gencatan senjata di Gaza. Dalam pernyataannya, Netanyahu menyatakan bahwa Israel tetap fokus pada pembebasan seluruh sandera.
“Kami menyampaikan kepada dunia bahwa ketika rakyat Israel bersatu, tidak ada kekuatan yang mampu menghancurkan mereka,” ujar Netanyahu.
Dia juga menegaskan bahwa Israel tidak akan beristirahat sampai semua sandera dipulangkan. “Berdasarkan kesepakatan, semua sandera akan kembali ke rumah. Kami berkomitmen untuk menyelesaikan tujuan perang kami, yakni membebaskan sandera dan menghancurkan Hamas,” tegas Netanyahu.
Lebih lanjut, Netanyahu menambahkan, “Saya berjanji untuk menyelesaikan semua tujuan perang ini. Dalam kaitan ini, baik Biden maupun Trump telah memberikan Israel hak untuk melanjutkan perang jika diperlukan.”
Kesepakatan Gencatan Senjata Gaza
Pada Rabu malam 17 Januari, Qatar, yang bertindak sebagai mediator dalam negosiasi gencatan senjata, mengumumkan bahwa pihak Palestina dan Israel telah mencapai kesepakatan. Berdasarkan kesepakatan tersebut, pertukaran tahanan Palestina dan Israel akan dimulai pada Minggu 19 Januari.
Menurut laporan media Israel, Palang Merah Internasional akan memfasilitasi proses penyerahan dan transfer para tahanan. Kanal 12 televisi Israel melaporkan bahwa tahap pertama pertukaran tahanan akan dimulai pukul 16.00 waktu setempat pada Minggu 19 Januari.
Latar Belakang Ketegangan
Kesepakatan gencatan senjata ini muncul di tengah tekanan internasional dan situasi yang semakin tegang di wilayah Gaza. Dukungan Amerika Serikat, seperti yang ditunjukkan dalam surat resmi dari Presiden Biden, menegaskan hubungan erat kedua negara meskipun ada kritik dari berbagai pihak terhadap kebijakan Militer Israel.
Langkah ini diperkirakan akan meningkatkan perdebatan internasional tentang konflik berkepanjangan di Gaza, terutama terkait dampaknya terhadap warga sipil dan masa depan stabilitas Kawasan.
