Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Yair Lapid: Semua Orang Harus Turun ke Jalan untuk Memprotes Kabinet Netanyahu

POROS PERLAWANAN – Pemimpin oposisi rezim Zionis menyerukan demonstrasi besar-besaran sebagai bentuk protes terhadap kebijakan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.

Menurut Al Jazeera pada Rabu (19/3), Yair Lapid menyatakan, “Kabinet Benjamin Netanyahu tidak mengakui adanya garis merah. Satu-satunya solusi adalah agar semua orang bersatu melawannya dan mengatakan kepadanya, ‘Sudah cukup.'”

Ia menambahkan, “Saya mengajak semua orang untuk turun ke jalan guna memprotes kabinet Netanyahu.”

Pernyataan Lapid ini muncul setelah Israel kembali melancarkan serangan di Jalur Gaza pada Selasa pagi, yang merupakan pelanggaran terhadap perjanjian gencatan senjata.

Terkait hal ini, keluarga tahanan Israel juga menggelar demonstrasi, memprotes kebijakan Netanyahu dan kegagalannya mencapai kesepakatan dengan Hamas untuk membebaskan para tahanan.

Menurut Laporan IRNA, militer Israel melanjutkan agresi terhadap Jalur Gaza pada Selasa pagi. Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza melaporkan bahwa dalam gelombang serangan terbaru ini, sedikitnya 413 warga Palestina tewas, sementara puluhan lainnya dilaporkan hilang.

Puluhan orang terluka akibat serangan tersebut, dan jumlah korban tewas maupun luka diperkirakan akan terus bertambah.

Berdasarkan laporan awal, sebagian besar korban jiwa dan luka-luka dalam serangan ini adalah anak-anak dan perempuan.

Tidak ada wilayah di Jalur Gaza yang luput dari serangan. Militer Israel menargetkan rumah penduduk, sekolah, pusat pengungsian, serta tenda-tenda pengungsi dengan serangan udara yang intens.

Sementara itu, Gedung Putih mengonfirmasi bahwa pemerintah Israel telah berkonsultasi dengan administrasi Presiden AS, Donald Trump, sebelum melancarkan serangan ke Gaza.

Tags: