Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

Kuba Desak De-Eskalasi, Kutuk Ancaman Perang Trump terhadap Iran

POROS PERLAWANAN – Pemerintah Kuba, melalui pernyataan resmi Menteri Luar Negeri, Bruno Rodríguez Parrilla, menyampaikan kecaman keras atas ancaman terbuka yang dilontarkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terhadap Republik Islam Iran. Kuba menegaskan bahwa tindakan semacam itu tidak hanya mengancam perdamaian dan stabilitas global, tetapi juga berpotensi memicu eskalasi di kawasan Timur Tengah.

Menurut laporan Tasnim News Agency pada Senin malam 31 Maret, Kuba secara tegas menolak segala bentuk ancaman sepihak dari AS terhadap Iran dan menyuarakan keprihatinan mendalam atas meningkatnya ketegangan yang berisiko menimbulkan konsekuensi serius bagi keamanan regional.

Ancaman Trump dan Reaksi Diplomatik Kuba

Dalam pernyataan resminya, Menteri Luar Negeri Kuba, Bruno Rodriguez Parrilla, menyatakan: “Kami mengecam keras ancaman AS untuk melakukan serangan militer terhadap Iran. Upaya pemaksaan melalui intimidasi demi mencapai kepentingan politik tidak hanya membahayakan perdamaian dan stabilitas internasional, tetapi juga berpotensi menimbulkan dampak yang irreversibel di Kawasan.”

Pernyataan ini disampaikan menyusul wawancara Trump dengan NBC News pada Minggu 30 Maret, saat ia secara eksplisit mengancam akan memberikan respons militer yang “belum pernah terjadi sebelumnya” jika Iran tidak memenuhi tuntutan AS terkait kesepakatan nuklir.

Menanggapi hal tersebut, Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan bahwa ancaman semacam itu bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar perdamaian dan keamanan global.

Peringatan Iran atas Eskalasi Ketegangan

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Baqaei menekankan bahwa langkah-langkah provokatif hanya akan memicu lingkaran kekerasan yang lebih luas.

“Perdamaian hanya dapat dicapai melalui dialog dan pendekatan diplomatik, bukan dengan ancaman militer,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan AS untuk mempertimbangkan dampak serius dari kebijakan luar negerinya terhadap stabilitas regional.

Pernyataan Kuba ini semakin memperkuat suara komunitas internasional yang menyerukan de-eskalasi dan menentang kebijakan agresif Washington terhadap Teheran. Langkah AS dinilai tidak hanya memperburuk ketegangan di Timur Tengah, tetapi juga mengancam tatanan keamanan global.

Tags: