Haaretz: Netanyahu Hanya Membuat Jumlah Petempur Hamas Bertambah
POROS PERLAWANAN – Harian Haaretz mengkritik kebijakan-kebijakan Benyamin Netanyahu dengan menyatakan, tiap serangan ke Gaza hanya akan menambah anggota baru Hamas; para anggota yang satu-satunya motif mereka adalah “membalas dendam.”
“Apa hasilnya? Sejak dimulainya perang, kita telah membunuh lebih dari seribu warga sipil Palestina yang tidak berafiliasi kepada Hamas. Banyak dari mereka adalah wanita dan anak-anak. Bagaimana dengan para tawanan? Tentu saja mereka tidak pulang, sebab berlawanan dengan slogan yang didengungkan Pemerintah dan Militer selama lebih dari satu setengah tahun, tekanan militer tidak akan bisa memulangkan para tawanan, tapi hanya membunuh mereka.”
Ini adalah intisari tulisan Haaretz edisi hari Senin 28 April, yang mengkritik kengototan Kabinet Netanyahu untuk melanjutkan perang di Gaza.
Diberitakan Fars, tulisan tersebut lalu menyoroti penyergapan mematikan Brigade al-Qassam di Gaza. Dalam sebuah pertempuran di al-Shujaiyah, Gaza, sebanyak 2 serdadu Militer Israel tewas. Sekitar satu setengah tahun silam, Militer Israel bertempur di kawasan itu dan harus kehilangan 9 serdadunya. Di tempat yang sama, tiga tawanan Israel kehilangan nyawa secara kebetulan. Di masa itu, Militer Israel mengeklaim “telah mempersempit lingkup operasinya di al-Shujaiyah.”
Haaretz melanjutkan sindiran tajamnya dengan menyatakan,”Ini adalah sesuatu yang disebut Netanyahu sebagai ‘kemenangan sempurna dan absolut.’ Untuk setiap anggota Hamas yang mati, akan muncul anggota baru. Semakin banyak kita menyerang, menghancurkan, dan menggempur, semakin banyak pula kita membantu Hamas untuk merekrut lebih banyak petempur; para petempur yang tidak memiliki apa pun selain nafsu untuk membalas dendam.”
