Ansharullah Janji Lanjutkan Operasi Militernya Hingga Seluruh Bandara Israel Ditutup
POROS PERLAWANAN – Dalam wawancara dengan al-Jazeera pada Senin malam 5 Mei, anggota Dewan Tinggi Politik Ansharullah, Muhammad al-Bukhayti menegaskan, Yaman akan membalas agresi biadab AS-Israel dan takkan mencabut pembelaan untuk Gaza.
“Musuh telah menargetkan pelabuhan al-Hudaydah dan sejumlah pabrik. Namun mereka tidak bisa meraih tujuannya, yaitu menghancurkan kekuatan rudal dan udara kami serta menghentikan operasi militer Yaman di Laut Merah dan kedalaman Tanah Pendudukan,” kata al-Bukhayti, diberitakan al-Alam.
“AS-Israel gagal menargetkan sasaran-sasaran militer. Mereka hanya menyerang sasaran-sasaran nonmiliter, termasuk pekuburan dan tempat-tempat penampungan imigran ilegal.”
“Tempat-tempat yang ditargetkan AS-Israel adalah lokasi-lokasi yang sebelum ini sudah dibombardir puluhan kali. Kami tegaskan bahwa operasi kami di Laut Merah tetap berlanjut. Tanpa memandang kerugian yang kami alami, operasi-operasi ini akan ditingkatkan.”
“Kami tidak menyangkal Yaman menderita kerugian dalam menghadapi AS-Israel. Namun kami sudah memprediksinya sebelum ini. Kami sudah tahu bahwa ada harga yang mesti dibayar untuk membela saudara-saudara kami di Gaza. Kami yakin akan menang.”
“Kami sama sekali tidak menyesal telah menargetkan bandara Ben Gurion di Tel Aviv. Bahkan kami sangat gembira, sebab kami membela saudara-saudara kami di Gaza. Tiap tindakan yang menyakiti musuh akan membuat kami senang.”
“Serangan ke bandara Ben Gurion hanya sebuah peringatan. Akan ada serangan yang lebih banyak di masa depan, yang mungkin akan menutup seluruh bandara Rezim Zionis.”
“Andai bukan karena sikap Yaman ini, kondisi di Palestina, Suriah, dan Lebanon akan lebih memburuk. Rezim Zionis bakal meluaskan serangannya ke negara-negara Arab. Tidak benar bahwa peningkatan serangan ini berkaitan dengan mandeknya perundingan Iran dan AS. Tujuan klaim ini hanya untuk mengalihkan perhatian publik dari agresi Rezim Zionis.”
“Operasi-operasi kami dilakukan dengan koordinasi Perlawanan Palestina di Gaza. Jika Yaman dituduh mengikuti pihak tertentu, pihak itu adalah Palestina dan saudara-saudara kami di Hamas serta Perlawanan Palestina. Operasi terbaru kami dilakukan atas koordinasi dengan Hamas. Ini adalah sebuah kewajiban agama dan moral yang takkan kami tinggalkan.”
“Agresi berulang ke Yaman, baik oleh jet tempur Israel, AS, atau Inggris, semuanya menggunakan rudal, senjata, dan informasi dari AS. Sebab itu, jenis serangan dan tempat yang diserang tidak berubah sama sekali. Satu-satunya yang terjadi adalah bertambahnya jumlah serangan. Kami tegaskan sekali lagi bahwa peningkatan konflik akan direspons dengan hal serupa. Semakin massif agresi, semakin pula kami yakin akan menang,” tegas al-Bukhayti.
