Rudal Iran Hantam Institut Weizmann: Pilar Keamanan Rezim Zionis Runtuh
POROS PERLAWANAN – Republik Islam Iran, Selasa pagi 17 Juni, melancarkan serangan rudal presisi tinggi yang menghantam Institut Sains Weizmann di kota Rehovot, selatan Tel Aviv. Serangan ini merupakan respons langsung atas agresi brutal rezim Zionis terhadap wilayah dan rakyat Palestina.
Institut Weizmann bukan sekadar pusat riset ilmiah. Ini adalah jantung intelijen teknologi militer Israel, tulang punggung bagi operasi-operasi rahasia dan pengembangan senjata rezim penjajah. Fakta bahwa lokasi ini dihapus dari Google Maps oleh pihak Israel membuktikan tingkat kerahasiaannya, bahkan lebih tinggi daripada markas Kementerian Perang di Tel Aviv atau kilang minyak strategis di Haifa.
Namun pagi ini, pertahanan dan penyamaran digital tak mampu menyelamatkan gedung itu dari rudal-rudal Iran. Tiga lantai bangunan luluh lantak, sejumlah laboratorium hancur total, dan jaringan infrastruktur lumpuh. Surat kabar Haaretz dan Yedioth Ahronoth, meskipun dibatasi oleh sensor militer ketat mengakui skala kerusakan dan mengonfirmasi bahwa gedung tersebut tidak lagi dapat digunakan.
Anggota senior institut tersebut, Valery Krizhnovsky menyatakan kepada Yedioth bahwa ia “terkejut” melihat serangan langsung rudal Iran yang menghancurkan struktur utama institut, merusak jaringan listrik, dan membakar lebih dari sepuluh laboratorium vital. Ia menambahkan bahwa selain kerusakan fisik, korban jiwa pun tidak dapat dihindari.
Eldad Sakhor, yang tinggal di kompleks institut, mengaku kepada media bahwa “tiga lantai runtuh total dan bangunan tidak menunjukkan tanda-tanda stabilitas”. Sementara itu, Kepala Departemen Ilmu Komputer dan Kecerdasan Buatan, Eran Segal, mengatakan, “Semuanya hancur dalam sekejap mata.”
Meskipun rezim Zionis mencoba memutarbalikkan fakta dan menggambarkan Iran sebagai penghambat kemajuan sains, kenyataannya jelas: Institut Weizmann bukan pusat ilmu pengetahuan sipil semata, melainkan bagian dari mesin perang Zionis. Institusi ini memainkan peran kunci dalam proyek militer seperti pengembangan senjata canggih, teknologi drone, kecerdasan buatan, serta keamanan siber yang digunakan untuk mendukung agresi dan pendudukan.
Sejarah mencatat bahwa institut ini adalah tulang punggung proyek nuklir Dimona, melalui tokoh seperti Ernest David Bergman, yang dikenal sebagai arsitek program nuklir Israel. Dalam kolaborasinya dengan Elbit Systems dan Militer Israel, Weizmann menyediakan layanan strategis, mulai dari analisis data intelijen, sistem navigasi presisi, panduan drone, perlindungan siber, hingga produksi obat-obatan militer.
Serangan rudal Iran hari ini bukan sekadar aksi balasan. Ini adalah pesan strategis yang gamblang: tak ada tempat yang aman bagi infrastruktur penjajahan.
Dengan keberhasilan ini, Iran menegaskan bahwa target strategis tak lagi kebal, dan proyek-proyek militer Zionis bisa dihancurkan dengan akurasi dan pengetahuan mendalam. Rezim Israel boleh menyensor, memblokir, dan membungkam, tapi runtuhnya benteng ilmiah mereka telah berbicara lebih keras dari propaganda mana pun.
