Legislator Lebanon: Keberanian Pemimpin dan Persatuan Rakyat Penentu Kemenangan Iran atas Israel dan Amerika
POROS PERLAWANAN – Para tokoh, negara, dan faksi-faksi regional terus menanggapi kesuksesan Iran dalam mengalahkan Israel dan AS selaku pendukungnya. Dalam perayaan yang diadakan Hizbullah di depan Kedubes Iran di Beirut, Ketua Fraksi al-Wafa, Muhammad Raad mengatakan,”Rezim Zionis yang memulai agresi terhadap Iran dan menginjak-injak seluruh fakta dan prinsip.”
“Agresi ini didukung negara-negara yang mengaku sebagai pembela HAM dan demokrasi. Orang-orang zalim adalah mereka yang memulai agresi ke Iran. Namun Allah telah memberikan kekuatan dan kemenangan kepada Iran, meneguhkan langkah para pejuangnya, menguatkan tekad mereka, dan membimbing rakyat Iran menuju persatuan terbesar,” imbuh Raad, Tasnim melaporkan.
“Iran bertahan menghadapi segala bentuk arogansi dan kezaliman. Iran adalah negara bebas dan mandiri. Rezim Zionis menyangka bisa menguasai Timteng dengan memanfaatkan situasi saat ini. Namun semua rencananya musnah.”
“Iran menang dalam arti bahwa Israel takkan menjadi sebuah kekuatan preventif di Kawaaan. Sementara itu, suka atau tidak, berbagai pihak harus menerima bahwa Iran kini telah menjadi sebuah kekuatan preventif besar di Kawasan.”
“Iran menjadi target sebuah konspirasi diplomatik yang dirancang seorang pebisnis dan penjudi internasional (Trump). Iran lalu menjadi sasaran agresi yang melanggar seluruh norma dan hukum internasional.”
“Iran muncul dari sebuah tekad kerakyatan tiada tara dalam sejarah baru. Rakyat Iran menghendaki 2 hal: kemandirian negara dan mempertahankan tatanan yang dipilih mereka sendiri. Faktor utama kemenangan Iran dalam perang besar ini adalah keberadaan seorang pemimpin pemberani dan bijaksana. Faktor lainnya adalah rakyat Iran yang mengemban tanggung jawab mereka bukan hanya di level nasional, tapi juga kemanusiaan.”
