Loading

Ketik untuk mencari

Asia Barat Palestina

Arsip Nasional Inggris Ungkap Penolakan Tony Blair atas Tekanan Israel untuk Melarang Lembaga Amal Palestina Interpal

Arsip Nasional Inggris Ungkap Penolakan Tony Blair atas Tekanan Israel untuk Melarang Lembaga Amal Palestina Interpal

POROS PERLAWANAN — Dilansir Al Mayadeen, dokumen dari arsip nasional Inggris yang baru dirilis mengungkap bahwa Pemerintahan Perdana Menteri Tony Blair menolak tekanan berat dari Israel untuk melarang Interpal, sebuah lembaga amal Inggris yang dikenal menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina. Penolakan itu didasarkan pada prinsip hukum dan kurangnya bukti kuat yang mengaitkan Interpal dengan aktivitas terorisme.

Didirikan pada 1994, Interpal beroperasi sebagai lembaga non-politis yang memberikan bantuan kepada komunitas Palestina di Jalur Gaza, Tepi Barat, serta kamp pengungsi di Lebanon dan Yordania. Meskipun Interpal terdaftar resmi di Komisi Amal Inggris, Israel melarang organisasi ini pada 1997, menuduhnya menyalurkan dana ke Hamas. Tuduhan serupa datang dari Amerika Serikat yang pada 2003 menetapkan Interpal sebagai “organisasi teroris”.

Namun, Pemerintah Inggris menolak untuk mengambil tindakan berdasarkan klaim tersebut. Pada 2004, Menteri Luar Negeri Israel, Silvan Shalom secara langsung meminta Pemerintah Inggris untuk membekukan aktivitas Interpal. Akan tetapi, briefing internal kepada Blair dan para pejabat senior menegaskan bahwa langkah hukum terhadap Interpal hanya dapat diambil jika ada bukti nyata bahwa lembaga itu mengalirkan dana ke Hamas setelah organisasi itu dilarang di Inggris. Saat itu, Hamas sendiri belum sepenuhnya dilarang oleh Pemerintah Inggris.

Para pejabat Inggris juga menyampaikan kepada Israel bahwa tindakan hukum semacam itu memerlukan proses yang ketat dan transparan, serta harus sesuai dengan kerangka hukum domestik. Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Keuangan, dan Komisi Amal telah melakukan kajian menyeluruh, dan tidak menemukan alasan hukum yang cukup untuk melarang Interpal. Tiga investigasi oleh Komisi Amal pada 1996, 2003, dan 2009 juga membebaskan Interpal dari tuduhan keterlibatan dalam pendanaan terorisme.

Meski demikian, penetapan Interpal oleh AS sebagai organisasi teroris berdampak besar terhadap operasional lembaga tersebut. Sejumlah bank Inggris menutup rekening Interpal, membuat mereka kesulitan menghimpun dana. Akibatnya, pendapatan tahunan mereka merosot drastis dari £5 juta pada 2010 menjadi hanya £93.000 pada 2023, dan berbagai program bantuan terpaksa dihentikan.

Kini, Interpal mengalihkan fokus pada advokasi, peningkatan kapasitas organisasi mitra lokal, serta penyebaran informasi tentang krisis kemanusiaan Palestina, sambil terus membantah keterkaitan mereka dengan aktivitas terorisme. Mereka juga telah memenangkan berbagai gugatan pencemaran nama baik terhadap media dan organisasi pro-Israel yang menuduh mereka mendukung Hamas.