Al-Houthi: AS Bukan Hanya Incar Palestina, Tapi Seluruh Kawasan
POROS PERLAWANAN – Dikutip Mehr dari al-Masirah, Pemimpin Ansharullah, Sayyid Abdulmalik Badrudin al-Houthi dalam pidatonya pada Kamis malam 7 Agustus mengatakan,”Derita rakyat Palestina kian memburuk dalam 5 bulan beruntun akibat pelarangan masuknya bantuan kemanusiaan ke Gaza. Blokade atas Gaza dilakukan dengan kerja sama sejumlah negara Arab dan Barat. Negara-negara ini berperan dalam menciptakan bencana paceklik yang belum pernah ada sebelumnya di dunia.”
“Seiring berlalunya tiap jam, jumlah syuhada paceklik di Gaza, terutama anak-anak dan bayi-bayi, terus bertambah. Lebih dari 22 ribu truk pengangkut bantuan kemanusiaan terhenti di berbagai perlintasan Gaza. Musuh Zionis melarang masuknya truk-truk tersebut. Presiden AS, yang mendukung kejahatan Rezim Zionis, menyebut kondisi di Gaza memprihatinkan dan mengenaskan. Kondisi ini adalah aib bagi dunia, terutama negara-negara Arab dan Islam. Selain kelaparan, air minum juga tidak diperoleh di Gaza. Para wanita dan anak-anak Palestina yang berusaha mendapatkan makanan justru dibantai dengan bom-bom AS.”
“Rata-rata syuhada dan korban luka dalam jebakan-jebakan maut AS-Israel (pusat-pusat distribusi bantuan kemanusiaan di Gaza) sangat tinggi. Orang-orang AS terlibat dalam kejahatan ini. Sejumlah perwira AS juga mengakui hal ini. Terkait Masjid Aqsa, harus saya katakan bahwa Israel melakukan tindakan yang sangat berbahaya dengan mencoba memaksakan pembagian waktu dan tempat baru di tempat suci tersebut.”
“Jika Israel menduduki Gaza sepenuhnya, ini akan membebankan biaya dan kerugian besar bagi Tel Aviv. Rezim Zionis tidak akan meraih kemenangan di medan perang. Para tawanan Zionis di tangan para pejuang Palestina juga kelaparan seperti para penduduk Gaza.”
“Di saat kebrutalan Rezim Zionis kian menjadi-jadi, ada beberapa ide aneh yang dilontarkan, seperti pelucutan senjata Perlawanan. ‘Kejeniusan’ negara-negara Arab di hadapan kejahatan Israel telah sampai ke titik bahwa mereka menganggap pelucutan senjata Hamas, faksi-faksi Palestina, dan Hizbullah sebagai solusi. Suatu kekonyolan jika orang tertindas, yang negerinya diduduki, disuruh untuk meletakkan senjatanya, bahkan yang paling sederhana sekalipun. “
“Seluruh dunia tahu bahwa kekuatan militer adalah salah satu prinsip penting untuk menghadapi musuh dan membendung bahayanya. Satu-satunya faktor preventif untuk mencegah pendudukan Lebanon oleh Rezim Zionis adalah Perlawanan dan senjatanya. Proyek pelucutan senjata adalah tuntutan AS-Zionis, dan sebagian pihak Arab berusaha mewujudkannya.”
“Dalam pandangan AS, negeri yang dikhususkan untuk orang-orang Zionis bukan hanya Palestina, tapi seluruh Kawasan. Mereka memandang dukungan untuk Rezim Zionis sebagai kebanggaan. Mereka mendukung kejahatan dan kezaliman. AS dan Israel adalah pelaku genosida sebagai sebuah pandangan dan metode. Mereka merupakan bahaya bagi komunitas manusia.”
