Geram Pertukaran Tawanan Tak Kunjung Dilakukan, Warga Israel Juluki Netanyahu dan para Menterinya ‘Kabinet Maut’
POROS PERLAWANAN – Di saat Kabinet Benyamin Netanyahu mengeklaim upaya pembebasan para tawanan Zionis, keluarga para tawanan tidak lagi memercayai klaim tersebut dan menyatakan, Otoritas Rezim Zionis hanya bertujuan membunuh para tawanan.
“Kabinet pada hari Kamis lalu telah menentukan nasib para tawanan: mereka yang masih hidup akan tewas dan jasad-jasad mereka yang sudah mati tetap tersembunyi selamanya.”
Dilansir Fars, ini adalah bagian dari pernyataan Jubir keluarga para tawanan Israel tentang detail yang terungkap dari rapat Kabinet Rezim Zionis. Dia, yang juga ibu salah seorang tawanan, mengkritik Netanyahu dengan mengatakan,”Jika kau menduduki beberapa bagian dari Gaza dan membuat para sandera terbunuh, kami akan memburumu di mana pun. Kami akan selalu mengingatkan masyarakat Israel bahwa kau bisa saja membuat kesepakatan pertukaran tawanan. Namun kau memutuskan untuk membunuh mereka! Tanganmu berlumur darah para tawanan!”
Menurutnya, Kabinet Netanyahu bukan sebuah Kabinet politik-keamanan, tapi “Kabinet Maut.” Dia menambahkan,”Jalan yang ditempuh Kabinet tidak mendapat dukungan masyarakat. Kebanyakan mereka ingin mengakhiri perang dan memulangkan seluruh sandera. Netanyahu harus mengajukan kesepakatan komprehensif untuk mengakhiri perang secara nyata; kesepakatan yang bisa dilaksanakan.”
Di saat gambar-gambar pembantaian dan kelaparan di Gaza terus bertambah dari waktu ke waktu, yang mengalirkan kecaman massif publik dunia terhadap Israel, pembahasan tentang “kesepakatan komprehensif” terkait pertukaran tawanan kembali mencuat. Ini adalah model kesepakatan yang secara terang-terangan ditentang Netanyahu selama perang berlangsung.
Namun kali ini, pembahasan tersebut digulirkan dengan 2 nada berbeda dari AS dan Israel. Washington mendukung kesepakatan tersebut lantaran adanya tekanan-tekanan domestik, sementara Israel hanya sekadar menyinggungnya tanpa komitmen yang jelas.
“Netanyahu saat ini memutuskan untuk membunuh para sandera dan memaksakan perang abadi atas kami. Israel harus menghentikan operasi pembunuhan para sandera. Pemerintah bukan hanya mencakup anggota Kabinet saja, tapi juga warga. Sebab itu, semua harus membantu agar para sandera diselamatkan,” kata Jubir keluarga para tawanan.
