Abu Ubaidah: Rencana Pendudukan Gaza oleh Israel Tingkatkan Potensi Penawanan Serdadu Mereka
POROS PERLAWANAN – Jubir Brigade al-Qassam, Abu Ubaidah pada hari Jumat 29 Agustus mengumumkan, Hamas akan mengerahkan segala upayanya demi melindungi para tawanan Israel. Ia menegaskan, al-Qassam secara resmi akan mengumumkan nama, foto, dan penyebab kematian tiap tawanan yang tewas akibat serangan Militer Zionis.
“Para tawanan Israel bersama dengan para pejuang di medan-medan tempur. Mereka berada dalam kondisi sama seperti para pejuang,” kata Abu Ubaidah, dikutip al-Alam dari al-Jazeera.
Melalui pesan di akun Telegram-nya, Abu Ubaidah menyatakan bahwa rencana pendudukan Gaza oleh Militer Israel justru akan meningkatkan potensi penawanan para serdadu lain.
Jubir al-Qassam menyatakan, Netanyahu dan para Menteri fasisnya bertanggung jawab atas berkurangnya separuh dari tawanan hidup Israel serta hilangnya jasad para tawanan tewas untuk selamanya.
Sementara itu, berdasarkan laporan dari al-Jazeera dan media-media Israel, terjadi 3 insiden keamanan penting di Jalur Gaza dalam beberapa jam terakhir. Insiden-insiden tersebut melukai setidaknya 9 serdadu dan ada kemungkinan membuat beberapa serdadu lainnya ditawan Perlawanan Palestina.
Peristiwa-peristiwa ini terjadi di Khan Younis, selatan Gaza, dan kampung al-Sabra serta al-Zaitun di Gaza.
Peristiwa pertama terjadi di al-Zaitun. Pasukan dari Brigade Nahal Militer Israel masuk perangkap penyergapan Hamas.
Penyergapan itu menewaskan seorang serdadu Zionis dan melukai beberapa lainnya.
Media-media Israel mendeskripsikan peristiwa itu sebagai salah satu konfrontasi terberat sejak dimulainya perang pada Oktober 2023.
Dalam peristiwa kedua, pasukan Israel disergap di kampung al-Sabra. Laporan menyebutkan, helikopter-helikopter Militer Israel dilibatkan untuk memberi bantuan dengan membombardir lokasi penyergapan.
Dalam penyergapan ketiga di Khan Younis di selatan Gaza, Hamas berusaha menawan sejumlah serdadu Israel. Kabarnya upaya itu gagal, namun membuat sejumlah serdadu Zionis terluka.
Situs Cradle melaporkan, Militer Israel mengaktifkan Protokol Hannibal lantaran khawatir Hamas bisa menawan para serdadu. Protokol Hannibal adalah instruksi militer yang mengizinkan pasukan Israel menghabisi nyawa sesama serdadu demi mencegah mereka jatuh ke tangan musuh.
