Chili Sambut 68 Warga Palestina yang Dievakuasi dari Gaza di Tengah Genosida Zionis
POROS PERLAWANAN — Dilansir Al Mayadeen, Chili kembali menegaskan keberpihakannya pada perjuangan rakyat Palestina dengan menerima 68 warga Gaza yang berhasil dievakuasi dari tengah kobaran genosida brutal Rezim Zionis. Di antara mereka terdapat 36 anak-anak dan remaja yang lolos dari maut setelah misi kemanusiaan panjang dan penuh rintangan akhirnya berhasil terlaksana pada 10 September lalu.
Rombongan tersebut tiba di Santiago pada Sabtu 14 September, disambut hangat oleh Presiden Gabriel Boric yang sejak awal lantang mengecam kejahatan perang Israel. Dalam pernyataannya di media sosial, Boric menegaskan bahwa operasi penyelamatan ini adalah hasil kerja berbulan-bulan yang “kompleks,” namun pada akhirnya membuahkan harapan baru bagi mereka yang terancam nyawanya akibat agresi genosida Zionis.
“Chili menghormati martabat rakyat Palestina, dan kami tidak akan berpaling ketika nyawa mereka ditindas oleh penjajahan,” tegas Boric, yang sebelumnya juga menyerukan embargo senjata dan pemutusan kerja sama dengan perusahaan-perusahaan terlibat permukiman ilegal Zionis.
Menurut Kementerian Luar Negeri Chili, para pengungsi ini memiliki ikatan keluarga yang dekat dengan negara tersebut. Wakil Menteri Gloria de la Fuente menjelaskan bahwa keberhasilan evakuasi hanya mungkin terjadi karena “jendela kesempatan yang sangat terbatas” di tengah blokade militer penjajah. Ia menambahkan, sementara belum ada rencana evakuasi lanjutan dalam waktu dekat, Chili tetap membuka opsi bagi mereka yang membutuhkan status pengungsi.
Kedatangan warga Palestina ini juga menegaskan posisi Chili sebagai salah satu benteng solidaritas internasional terhadap perjuangan Palestina. Negeri Amerika Latin tersebut menjadi rumah bagi sekitar 500 ribu warga keturunan Palestina, komunitas terbesar di luar dunia Arab. Sejak 2011, Chili secara resmi mengakui Palestina sebagai negara yang bebas dan berdaulat.
Komitmen itu kian dipertegas awal 2024 lalu, ketika Chili bersama Meksiko dan Kolombia menyerahkan permintaan ke Mahkamah Pidana Internasional (ICC) untuk menyelidiki kejahatan perang Zionis di Gaza. Pada September tahun yang sama, Chili juga menyatakan dukungan terhadap gugatan Afrika Selatan di Mahkamah Internasional (ICJ) yang menuntut Israel atas praktik genosida.
Boric dalam pidato kenegaraannya pada Juni bahkan berjanji mengajukan undang-undang pelarangan impor dari permukiman Zionis dan mendorong diversifikasi teknologi pertahanan demi mengakhiri ketergantungan pada entitas penjajah.
Dengan langkah-langkah ini, Chili tidak hanya menyelamatkan puluhan jiwa Palestina, tetapi juga meneguhkan dirinya sebagai salah satu suara global yang berani menantang rezim kolonial Zionis di panggung internasional.
