Loading

Ketik untuk mencari

Arab Saudi

Media Ibrani: Israel Kirim Pesan ke Arab Saudi Soal Normalisasi dan Gaza

POROS PERLAWANAN – Surat kabar berbahasa Ibrani, Israel Hayom melaporkan bahwa Menteri Urusan Strategis Israel, Ron Dermer, telah menyampaikan pesan kepada Arab Saudi terkait kemungkinan normalisasi hubungan dan perang di Gaza. Media tersebut menegaskan bahwa “berdasarkan bukti yang ada, normalisasi hubungan antara Riyadh dan Tel Aviv saat ini tidak mungkin terwujud”.

Laporan itu muncul di tengah spekulasi mengenai perluasan perjanjian normalisasi antara negara-negara Arab dan Israel. Menurut Israel Hayom yang dilansir Tasnimnews Agency pada Senin 22 September, sebelum serangan Hamas 7 Oktober 2023 dan pecahnya perang Gaza, Riyadh disebut berada “selangkah lagi” menuju kesepakatan dengan Tel Aviv, yang berpotensi membuka jalan bagi Saudi untuk bergabung dengan Abraham Accords.

Namun, menurut Al-Arabi Al-Jadeed, perkembangan terbaru menunjukkan bahwa Arab Saudi justru menjauh dari jalur normalisasi. Hal ini bertepatan dengan inisiatif internasional yang diadopsi bersama oleh Paris dan Riyadh untuk mendorong pengakuan negara Palestina. Kondisi tersebut dinilai sebagai capaian politik bagi Hamas dan sekutunya.

Saudi sebelumnya berulang kali menegaskan bahwa normalisasi hanya mungkin terjadi jika Israel mengakui negara Palestina. Meski begitu, Israel Hayom mengeklaim bahwa posisi Riyadh berubah setelah adanya kontak antara Ron Dermer dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman, menyusul terhentinya perundingan gencatan senjata Gaza di Doha.

Media itu menambahkan bahwa percakapan tersebut mencakup isu Suriah, Lebanon, dan terutama Gaza. Pihak Saudi disebut meminta penjelasan soal tujuan Israel dalam perang dan skenario pascaperang. Menurut sumber diplomatik Arab dan Barat, Dermer menegaskan bahwa Israel bertekad untuk “melenyapkan Hamas” dan menolak pembahasan mengenai Badan Pemerintahan Gaza setelah perang, termasuk kemungkinan melibatkan Otoritas Palestina.

Sumber-sumber itu menyebut sikap Israel membuat Saudi menyimpulkan bahwa Tel Aviv tidak siap membuka ruang negosiasi politik dengan Otoritas Palestina, baik untuk mendukung pembentukan negara Palestina maupun bentuk pemerintahan sipil lainnya.

Kantor Putra Mahkota Saudi disebut telah mengingatkan kembali pada kerangka inisiatif Liga Arab. Namun, pesan yang diterima Riyadh menunjukkan bahwa Israel tidak siap melangkah ke arah tersebut, bahkan belum tentu setelah perang Gaza berakhir.

Israel Hayom menutup laporannya dengan menyatakan bahwa situasi ini berarti “penangguhan inisiatif Saudi” yang sempat mendapat dukungan luas di dunia Arab. Menurut sejumlah diplomat Arab, langkah tersebut memperkuat pendekatan Riyadh untuk menyingkirkan Israel dari rencana masa depan Timur Tengah yang sedang dibangun Mohammed bin Salman bersama Amerika Serikat.

Tags: