Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

Imbas Operasi Militer Ilegal AS di Karibia, Kolombia Tangguhkan Pertukaran Informasi Intelijen dengan Washington

Imbas Operasi Militer Ilegal AS di Karibia, Kolombia Tangguhkan Pertukaran Informasi Intelijen dengan Washington

POROS PERLAWANAN – Presiden Kolombia. Gustavo Petro mengumumkan penangguhan pertukaran informasi intelijen dengan AS. Tindakan ini diambilnya sebagai respons terhadap serangan udara AS terhadap kapal-kapal yang diduga mengangkut obat bius di Karibia.

Dilansir Kantor Berita ISNA, Petro mengumumkan hal ini di X pada Selasa 12 November, menyusul laporan bahwa Inggris juga telah mengambil langkah serupa. Ia mengatakan penangguhan ini akan tetap berlaku selama AS terus melakukan serangan.

“Perang melawan obat bius harus tunduk pada hak asasi manusia rakyat Karibia,” tulis Petro.

Pentagon mengeklaim operasi yang sedang berlangsung, yang diperintahkan oleh Presiden Donald Trump, menargetkan kapal-kapal penyelundupan obat bius yang diduga beroperasi dari Venezuela dan Kolombia. Petro menyebut serangan tersebut ilegal.

Pemerintah AS telah memberlakukan sanksi terhadap Petro, keluarganya, dan beberapa anggota Kabinetnya, dengan tuduhan memiliki hubungan dengan kartel obat bius. Tuduhan ini dibantah oleh pemimpin Kolombia tersebut, dengan menyoroti upaya Pemerintahannya untuk membongkar jaringan perdagangan obat bius.

Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov juga mengecam kampanye AS pekan ini. Dia mengatakan Washington seharusnya fokus pada Belgia, yang baru-baru ini dijuluki oleh salah satu hakimnya sebagai negara “narco-state” yang sedang berkembang.

Sejak awal September, pasukan AS telah melakukan serangan udara terhadap 20 kapal kecil, mengakibatkan setidaknya 76 kematian, menurut data Pentagon. Pemerintahan Trump tidak menyediakan bukti yang dapat diverifikasi yang menghubungkan target-target tersebut dengan kartel obat bius. Kritikus mengklaim operasi tersebut dapat menjadi kedok untuk upaya penggantian rezim di Venezuela.

Tags: