Tutup Media-media Pengkritik Netanyahu, Menteri Perang Israel Digambarkan Maariv sebagai ‘Algojo’
POROS PERLAWANAN – Surat kabar Israel, Maariv memublikasikan sebuah karikatur pada Kamis 13 November untuk mengkritik keputusan baru Menteri Perang Israel, Yisrael Katz, yang berencana menutup Radio Militer karena dianggap “berseberangan” dengan Rezim Netanyahu.
Fars melaporkan bahwa dalam karikatur tersebut, Katz digambarkan sebagai algojo yang menjatuhkan vonis mati terhadap Radio Militer; keputusan yang rencananya akan dilaksanakan pada Maret 2026.
Dalam gambar tersebut, jaringan-jaringan KAN 11, 13, 12, dan Knesset juga terlihat, seolah-olah antre untuk ditutup.
Jaringan-jaringan ini, terutama Kanal 13 dan 12, dianggap sebagai kritikus Benyamin Netanyahu, sementara saluran sayap kanan Kanal 14 dan i24 tidak muncul dalam kartun tersebut.
Menteri Perang Israel mengumumkan kemarin bahwa stasiun radio Angkatan Bersenjata Israel (Galei Zahal) akan dihentikan operasinya hingga 1 Maret 2026. Keputusan ini diambil lantaran radio itu dianggap menyiarkan program-program yang menentang Militer dan personelnya.
Dia telah meminta Kabinet Rezim Zionis untuk menyetujui keputusan tersebut. Katz menekankan bahwa stasiun radio tersebut harus melayani Militer, bukan menjadi platform untuk kritik atau penyebaran pandangan politik.
Keputusan tersebut menuai reaksi keras dari dalam negeri. Dewan Media Israel menilai keputusan tersebut ilegal. Sementara Pemimpin Partai Demokrat memperingatkan bahwa Netanyahu berusaha membungkam media yang menyerukan pembentukan Komite Penyelidikan terkait Operasi Badai al-Aqsa.
Sementara itu, pengamat media sekali lagi menyatakan bahwa, bertentangan dengan klaim Rezim Zionis tentang kebebasan berekspresi, media yang beroperasi di Wilayah Palestina yang Diduduki, termasuk media Israel, Arab, dan internasional, menghadapi sensor yang ketat dan pembatasan yang luas dalam menyampaikan fakta.
