Loading

Ketik untuk mencari

Suriah

Atwan Kritik Kebungkaman Erdogan di Hadapan Kekurangajaran Israel di Suriah

Atwan Kritik Kebungkaman Erdogan di Hadapan Kekurangajaran Israel di Suriah

POROS PERLAWANAN – Analis dan redaktur situs web Rai al-Youm, Abdel Bari Atwan menanggapi kunjungan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ke wilayah Jabal al-Sheikh di selatan Suriah pada Rabu lalu. Atwan menilai langkah tersebut sangat provokatif dan menyatakan, kehadiran Netanyahu di sana menunjukkan bahwa selatan Suriah tidak lagi memiliki hubungan dengan utara dan praktis telah menjadi “zona pendudukan Israel yang luas,” mirip dengan Dataran Tinggi Golan.

“Pemerintah Suriah yang baru sudah merasa cukup dengan hanya mengeluarkan statemen dan menganggap kunjungan tersebut sebagai pelanggaran kedaulatan negara. Negara-negara pendukung Damaskus di Yordania, Qatar, dan Kuwait merespons dengan mengeluarkan pernyataan kecaman. Tetapi AS tetap diam, setelah menyambut Presiden interim Ahmed al-Sharaa dengan karpet merah pekan lalu. Al-Sharaa menggambarkan kunjungannya sebagai ‘kunjungan bersejarah,’ kendati ia masuk ke Gedung Putih melalui pintu belakang, yang oleh beberapa orang disebut sebagai ‘pintu masuk pegawai,’” imbuh Atwan, Fars memberitakan.

Menurut Atwan, pertanyaan utamanya adalah: “Di mana kedaulatan Suriah saat ini? Netanyahu dan delegasinya telah melanggarnya, sementara serangan Israel di seluruh wilayah Suriah terus berlanjut sejak jatuhnya Bashar al-Assad, yang dilakukan dengan restu AS, persetujuan Turki, dan keterlibatan Rusia.”

“Kunjungan ini menjadi alasan bagi Netanyahu untuk tidak menghadiri sidang Mahkamah Agung Israel yang diadakan pada Rabu. Kemarin, delapan pesawat tempur Israel juga memasuki wilayah udara Suriah dan terbang di atas Damaskus, Homs, dan Hama.”

Abdel Bari Atwan kemudian mengkritik kebungkaman Turki dan Erdogan, dengan menulis: “Kebungkaman Pemerintah Turki dan Erdogan, selaku sekutu utama Ahmed al-Shar’a, patut direnungkan, padahal pasukan Turki hanya berjarak beberapa kilometer dari kota-kota tersebut.”

“Erdogan, yang selalu bangga dengan perannya dalam menggulingkan rezim Suriah sebelumnya dan, menurut pandangannya sendiri, memulihkan kedaulatan dan kemerdekaan negara tersebut, serta memainkan peran penting dalam situasi Suriah saat ini, kini bungkam di hadapan perkembangan di Suriah selatan dan kekurangajaran Israel.”

Dia juga menyoroti komitmen yang dibuat oleh Mohammad al-Jolani setelah kunjungannya ke Washington dan menambahkan: “Hasil paling signifikan dari kunjungannya adalah bergabung dengan Koalisi Internasional anti_ISIS dan dimulainya kerja sama segera untuk menghadapi serta menghancurkan kelompok-kelompok Perlawanan seperti Hizbullah, Hamas, dan Korps Garda Revolusi Islam.”

Seraya mengungkapkan keprihatinannya atas komitmen tersebut, Atwan menambahkan: “Kami mengharapkan Pemerintah interim Suriah untuk menyangkal komitmen ini, dan agar Tom Barrack, perwakilan AS di Suriah, menolaknya. Tetapi harapan ini tidak terpenuhi. Ini bukan kali pertama, dan sepertinya tidak akan menjadi yang terakhir.”

“Ini bukan lagi Suriah yang kita kenal dan banggakan; Suriah yang tentaranya telah berperang dalam empat perang untuk menghadapi pendudukan dan provokasi Israel. Kenyataan saat ini tidak akan berpengaruh pada mereka yang mengabaikan fakta.”

Tags: