Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Hamdan: Tak Satu pun Komandan Hamas Menentang Operasi 7 Oktober

Hamdan: Tak Satu pun Komandan Hamas Menentang Operasi 7 Oktober

POROS PERLAWANAN – Salah seorang pemimpin Gerakan Hamas, Usamah Hamdan menekankan bahwa gerakan tersebut merupakan kelanjutan dari sejarah panjang perjuangan Palestina. Ia menegaskan bahwa Hamas telah mempertahankan jalur perlawanan terhadap Pendudukan selama empat dekade.

Fars melaporkan, Hamdan mengatakan kepada al-Jazeera bahwa pengakuan internasional terhadap negara Palestina merupakan hasil dari Operasi Badai al-Aqsha.

Dia menambahkan, Hamas telah menjadi kekuatan utama dalam perjuangan Palestina sejak didirikan dan selalu berjuang dengan semangat nasional.

“Rakyat Palestina telah berjuang selama satu abad. Rezim Pendudukan yang kejam dan jahat berusaha dengan segala cara untuk merusak citra perlawanan,” kata Hamdan.

Hamdan menekankan bahwa perlawanan adalah keputusan murni rakyat Palestina, bukan keputusan Gerakan Hamas.

Pemimpin Hamas tersebut menyatakan, berbagai pelanggaran Israel dan pelanggarannya terhadap perjanjian gencatan senjata Gaza telah menyebabkan syahidnya lebih dari 400 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak.

Sehubungan dengan Syahid Raed Saad, Hamdan menyebut komandan Hamas yang gugur baru-baru ini telah mendedikasikan dirinya untuk perjuangan Palestina dan pembelaan untuk Tanah Airnya, ia mengatakan bahwa Hamas berhak menanggapi agresi Zionis dan pelanggaran gencatan senjata.

Hamdan menyatakan, Hamas sedang melakukan pembicaraan dengan Qatar, Mesir, dan Turki mengenai fase kedua perjanjian gencatan senjata. Namun Pendudukan Israel bertekad untuk menghalangi kesepakatan tersebut.

Pemimpin Hamas menyatakan bahwa kelompok-kelompok Palestina memandang pasukan internasional (dalam rencana Trump) sebagai penjamin pelaksanaan perjanjian gencatan senjata, tanpa memiliki wewenang atau campur tangan terhadap rakyat Gaza.

Dia menekankan hak rakyat Palestina untuk melakukan perlawanan, khususnya perlawanan bersenjata, dengan mengatakan, “Ada keinginan nasional Palestina untuk mengakhiri perpecahan, tetapi Pendudukan tidak menginginkan persatuan atau kesepakatan bagi kami. Mereka tidak membedakan antara faksi-faksi Palestina dalam pertempuran mereka dan menganggap semuanya sebagai musuh mereka.”

Hamdan menekankan, orang Yahudi di seluruh dunia harus menegaskan bahwa Israel tidak mewakili mereka dan bahwa Netanyahu mewakili proyek Nazi dan teroris.

“Kami menghargai kehidupan manusia dan tidak pernah menganggapnya remeh, siapa pun orangnya. Dunia harus meminta maaf kepada rakyat Palestina atas kejahatan genosida yang telah dilakukan Israel terhadap mereka.”

Hamdan menegaskan bahwa tidak ada satu pun komandan atau pemimpin dalam gerakan Hamas yang menentang keputusan Operasi 7 Oktober.

“Setelah syahidnya banyak pemimpin Hamas, kami sedang menata ulang barisan dan mengatur urusan internalnya. Dunia akan melihat kekompakan Hamas,” pungkasnya.

Tags: