Reuters: Putaran Ketiga Pembicaraan Nuklir Iran–AS Dijadwalkan Awal Maret
POROS PERLAWANAN — Pembicaraan nuklir tidak langsung antara Iran dan Amerika Serikat memasuki fase lanjutan. Putaran ketiga dijadwalkan berlangsung awal Maret, menurut laporan Reuters yang mengutip pejabat senior Iran.
Sumber tersebut menyebut perbedaan pandangan masih muncul terkait cakupan serta mekanisme pencabutan sanksi sebagai imbalan atas pembatasan program nuklir Iran. Proses negosiasi tetap berjalan dan peluang kesepakatan sementara dinilai terbuka.
“Pembicaraan terus berlangsung dan kesepakatan sementara dimungkinkan,” kata pejabat senior Iran seperti dikutip Reuters pada Senin 23 Februari.
Teheran menegaskan tidak akan melepas kendali atas sumber daya minyak dan mineral nasional. Perusahaan asal Amerika Serikat tetap berpeluang terlibat sebagai kontraktor dalam proyek ladang minyak dan gas Iran.
Sebelumnya, putaran kedua negosiasi berlangsung di Jenewa pada 18 Februari, dipimpin Menteri Luar Negeri Iran Sayyid Abbas Araghchi dan Utusan Khusus Presiden Amerika Serikat, Steve Whittaker. Oman berperan sebagai mediator dalam proses tersebut.
Araghchi menilai hasil pertemuan menunjukkan kemajuan dibanding putaran sebelumnya. Arah negosiasi dinilai semakin jelas. Sejumlah prinsip panduan serta kemungkinan bentuk kesepakatan telah disepakati sebagai kerangka awal.
“Sekarang terdapat jalur yang lebih jelas ke depan,” ujar Araghchi. Ia menambahkan bahwa tim perunding mulai menyiapkan draf kesepakatan yang diproyeksikan rampung dalam beberapa hari.
Negosiasi nuklir Iran–AS menjadi sorotan global karena berkaitan langsung dengan stabilitas Kawasan, pasar energi, serta dinamika sanksi internasional. Kejelasan hasil perundingan awal Maret akan menjadi indikator penting arah hubungan kedua negara dalam waktu dekat.
