Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Apakah Senjata-senjata Laser Sanggup Hadapi Drone-drone Iran?

POROS PERLAWANAN – Kesuksesan berbagai operasi drone telah mencapai titik di mana bahkan militer “terkuat” di dunia pun terpaksa menggunakan pengalaman negara lain untuk melawan drone kamikaze Iran.

Dilansir Tasnim, laporan menunjukkan bahwa AS telah beralih ke pengalaman Ukraina untuk melawan drone seperti Shahed 136, karena Rusia juga dilaporkan telah memproduksi dan mengerahkan model serupa dalam perang di Ukraina. Oleh karena itu, pasukan Ukraina telah memperoleh pengalaman dalam menghadapi jenis drone ini selama konflik, meskipun bahkan mereka belum mampu mengatasinya secara lengkap dan efektif.

Menariknya, AS, meskipun telah bergerak menuju produksi model serupa dan bahkan mengembangkan drone bernama LOCAAS/LUCAS sebagai contoh yang mendekati teknologi ini, masih menghadapi tantangan dalam menanggapi drone kamikaze. Fakta bahwa sebuah Angkatan Bersenjata dengan tingkat kemampuan ini berusaha menggunakan pengalaman negara yang dilanda perang untuk melawan ancaman semacam ini menunjukkan, mereka belum memiliki strategi yang sepenuhnya efektif untuk menangani jenis drone ini.

Meskipun ada banyak sorotan media seputar penggunaan sistem laser atau teknologi canggih lainnya, pada kenyataannya senjata laser belum mencapai tingkat keandalan operasional yang diperlukan untuk digunakan sebagai komponen utama sistem pertahanan. Meskipun berbagai prototipe senjata ini telah diuji dalam beberapa tahun terakhir—bahkan Rezim Israel telah menguji beberapa model sistem lasernya pada jarak yang berbeda sebelum perang dimulai—teknologi ini masih menghadapi batasan teknis yang serius.

Salah satu batasan paling signifikan adalah jangkauan efektif sistem laser. Saat ini, jangkauan sistem ini relatif terbatas, mencapai maksimum hanya beberapa kilometer dalam beberapa kasus. Alasan masalah ini juga terkait dengan tantangan teknis: sinar laser menjadi terpecah pada jarak jauh, mengurangi konsentrasi energinya pada satu titik. Akibatnya, ia kehilangan daya hancur atau efektivitas yang diperlukan. Oleh karena itu, meskipun telah ada kemajuan, problem mencapai fokus laser yang cukup pada jarak jauh belum sepenuhnya teratasi.

Masalah ini menunjukkan bahwa, setidaknya dalam beberapa tahun ke depan, senjata laser tidak dapat dengan mudah menggantikan sistem pertahanan rudal secara keseluruhan. Di sisi lain, pengalaman perang ini juga menunjukkan bahwa drone kamikaze, terutama pada jarak pendek dan menengah, tetap menjadi tantangan serius bagi sistem pertahanan. Diperlukan pengembangan solusi pertahanan udara yang baru dan terintegrasi agar bisa mengatasinya secara optimal.

Tags: