Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Demonstrasi Damai dan Doa Lintas Agama Warnai Peringatan 40 Hari Syahidnya Sayyid Ali Khamenei di Iran

POROS PERLAWANAN – Dilansir Al Mayadeen, gelombang demonstrasi rakyat dan upacara lintas agama menyapu Iran dalam beberapa hari terakhir, menghadirkan pemandangan yang tak sekadar peringatan, tetapi juga pernyataan politik yang tegas. Di tengah kondisi gencatan senjata dengan Amerika Serikat, rakyat Iran turun ke jalan bukan hanya untuk merayakan, melainkan menegaskan kemenangan yang mereka yakini lahir dari keteguhan perlawanan nasional.

Kota-kota besar hingga wilayah provinsi dipenuhi lautan manusia. Mereka membawa simbol-simbol perjuangan, meneriakkan solidaritas, dan menegaskan bahwa kesepakatan gencatan senjata bukanlah tanda kompromi, melainkan hasil dari tekanan dan keteguhan posisi Teheran. Washington, dalam narasi yang berkembang di dalam negeri Iran, dipandang telah menerima syarat-syarat yang diajukan Republik Islam.

Momentum ini berkelindan dengan peringatan empat puluh hari gugurnya Sayyid Ali Khamenei, yang syahid dalam agresi gabungan AS-Israel pada hari pertama konflik. Di Teheran, sebuah gereja Armenia menjadi pusat upacara besar yang mempertemukan berbagai elemen masyarakat, dari pejabat negara hingga tokoh agama lintas iman. Doa-doa dipanjatkan dalam suasana khidmat, mencerminkan persatuan yang melampaui sekat keyakinan.

Peristiwa serupa juga berlangsung di berbagai provinsi, bertepatan dengan perayaan Paskah. Keterlibatan komunitas Kristen, khususnya Armenia, menjadi sorotan penting. Mereka tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi sebagai bagian dari narasi persatuan nasional yang terus digaungkan. Dalam banyak kesempatan, nama dari Sayyid Ali Khamenei disebut sebagai sosok yang selama hidupnya menekankan pentingnya kohesi antaragama di Iran.

Di jalan-jalan, konvoi kendaraan dan aksi massa terus berlangsung, termasuk di wilayah seperti Ilam. Bagi banyak peserta, ini adalah momen kemenangan bukan hanya secara militer atau diplomatik, melainkan juga moral.

Presiden Masoud Pezeshkian dalam pernyataannya menegaskan bahwa gencatan senjata merupakan buah dari darah para syuhada khususnya Sayyid Ali Khamenei, kekuatan Militer, dan keteguhan rakyat. Ia menekankan bahwa fase berikutnya adalah menjaga persatuan baik di meja diplomasi, di medan pertahanan, maupun di tengah masyarakat. Dalam atmosfer ini, Iran sedang meneguhkan narasi bahwa perlawanan adalah jalan menuju kedaulatan.

Tags: