Pezeshkian Tegaskan IRGC Pilar Utama Pertahanan Iran di Tengah Tekanan Geopolitik Berkelanjutan
POROS PERLAWANAN — Presiden Masoud Pezeshkian menegaskan Garda Revolusi Islam (IRGC) sebagai tulang punggung pertahanan nasional Iran yang menjaga kedaulatan, stabilitas, dan daya tangkal negara. Pernyataan itu disampaikan dalam pesan resmi peringatan hari jadi pembentukan Garda Revolusi, sebagaimana dilaporkan Fars News Agency pada Rabu 22 April.
Pezeshkian menyebut kelahiran Garda Revolusi sebagai keputusan strategis yang membentuk arsitektur keamanan modern Iran. Ia menggambarkan institusi tersebut sebagai kekuatan yang berakar pada basis sosial, berkembang secara konsisten, dan berperan sangat menentukan dalam menjaga integritas negara di tengah tekanan geopolitik yang berkelanjutan.
Presiden Iran itu menyoroti rekam jejak Garda Revolusi sejak fase awal Revolusi, termasuk peran krusial dalam Perang Iran–Irak, serta dalam merespons ancaman domestik dan eksternal. Menurutnya, kombinasi disiplin operasional, keberanian tempur, dan kemampuan adaptasi taktis menjadikan institusi ini mampu mengganggu kalkulasi lawan sekaligus mempertahankan posisi strategis Iran.
Dalam konteks eskalasi terbaru yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel, Pezeshkian menilai respons Iran berlangsung presisi, terukur, dan efektif. Operasi tersebut, kata dia, tidak hanya menggagalkan target lawan, tetapi juga mempertegas kapasitas deterensi Iran di Kawasan.
Presiden Iran juga menekankan kesiapan Garda Revolusi menghadapi spektrum konflik modern, termasuk perang hibrida yang mencakup dimensi militer, siber, dan informasi. Ia menyebut kesiapan ini merupakan hasil investasi jangka panjang dalam pelatihan, pengembangan teknologi, serta struktur komando yang adaptif.
Di luar fungsi militer, Pezeshkian menyoroti peran Garda Revolusi dalam pembangunan nasional dan respons krisis. Keterlibatan dalam proyek infrastruktur serta bantuan kemanusiaan disebut sebagai bagian dari perluasan fungsi strategis negara.
Ditegaskannya, bahwa Garda Revolusi kini telah menjadi simbol kekuatan nasional sekaligus komponen inti sistem pertahanan Iran. Pemerintah, lanjutnya, berkomitmen memperkuat kapasitas tersebut melalui kemandirian industri pertahanan dan konsolidasi sumber daya nasional.
Pezeshkian menutup pesannya dengan penghormatan kepada personel yang gugur serta apresiasi kepada seluruh anggota dan keluarga mereka atas pengabdian yang dinilai krusial bagi keberlanjutan negara.
