Intelijen Iran Sebut Keamanan Nasional ‘Hasil Pengorbanan Garda Revolusi’
POROS PERLAWANAN – Pejabat Tinggi sementara Kementerian Intelijen Iran menegaskan keamanan nasional saat ini lahir dari pengorbanan ribuan personel militer dan aparat keamanan, termasuk para anggota Garda Revolusi Islam (IRGC). Pernyataan ini disampaikan dalam pesan resmi memperingati hari jadi pembentukan Garda Revolusi, seperti dilaporkan kantor berita IRNA pada Selasa 22 April.
Para prajurit, komandan, dan personel intelijen yang gugur telah membuktikan diri sebagai penjaga utama negara dan Revolusi. Mereka disebut sebagai barisan setia, berintegritas, dan siap mengorbankan nyawa demi mempertahankan Iran.
Pembentukan Garda Revolusi merupakan hasil inisiatif strategis Pendiri Republik Islam, Ruhullah Imam Khomeini, pada awal Revolusi. Lembaga ini lahir dari mobilisasi generasi muda dan berkembang menjadi institusi kunci dengan peran militer, ideologis, serta keamanan yang terintegrasi.
Keberhasilan Iran menghadapi tekanan eksternal tidak terlepas dari fondasi ideologis dan kepemimpinan strategis yang berkelanjutan. Penguatan kemampuan militer, termasuk sektor rudal dan kesiapan tempur, merupakan hasil kerja panjang yang melibatkan koordinasi lintas lembaga dan komitmen terhadap kemandirian pertahanan nasional.
Petinggi Intelijen juga menyoroti pentingnya kerja sama antar-Badan Keamanan. Kementerian Intelijen terus memperkuat sinergi dengan Organisasi Intelijen Garda Revolusi dalam menghadapi ancaman dari luar maupun dalam negeri. Pendekatan ini diarahkan untuk menjaga stabilitas nasional di tengah dinamika geopolitik Kawasan yang terus berubah.
Dalam pesan tersebut disinggung pula pengalaman konflik yang disebut sebagai perang yang dipaksakan terhadap Iran. Kemampuan pertahanan negara dan kesiapan operasional pasukan dinilai sebagai faktor penentu dalam menjaga kedaulatan dan integritas wilayah.
Aparat intelijen, yang sering disebut sebagai prajurit tanpa nama, akan terus menjalankan tugas dengan mengacu pada arahan kepemimpinan nasional. Mereka berkomitmen memperkuat kesiapsiagaan, meningkatkan koordinasi, serta menjaga kesinambungan strategi keamanan negara.
Pernyataan itu menegaskan arah kebijakan keamanan Iran ke depan tetap bertumpu pada kekuatan internal, loyalitas institusi, serta konsolidasi antarelemen pertahanan dan intelijen.[]
