Loading

Ketik untuk mencari

Lebanon

Analis Zionis: Hizbullah Masih Mengendalikan Perang dengan Kekuatan Penuh

POROS PERLAWANAN – Meskipun Militer Israel bermaksud menampilkan citra kemenangan militer dengan mengumumkan pembentukan zona penyangga dan sabuk keamanan yang luas di selatan Lebanon, kenyataan di lapangan serta pengakuan para analis militer Israel justru menggambarkan gambaran yang sama sekali berbeda.

Dilansir Fars, di balik angka-angka dan rencana rekayasa Israel, yang dirancang untuk mengisolasi desa-desa perbatasan Lebanon dan menghancurkan infrastruktur mereka, masalah “pengikisan berkelanjutan”—yang tidak dapat diatasi oleh mesin perang Israel—terlihat dengan jelas.

Dengan premis di atas, Yaakov Lappin, seorang analis urusan strategis Rezim Zionis di Alma Research Institute, membahas kelemahan dan kekurangan Rezim dalam menghadapi Hizbullah. Lappin menulis bahwa wacana resmi Israel saat ini menghadapi tantangan eksistensial yang mengejutkan di selatan Lebanon, baik secara geografis maupun militer.

Menurutnya, Hizbullah masih mampu mengelola perang dengan efisiensi tinggi. Dia mempertanyakan klaim Israel bahwa mereka telah berhasil mengendalikan Hizbullah. Lingkaran keamanan Israel mengakui bahwa 50 persen serangan rudal Hizbullah diluncurkan dari utara Sungai Litani.

Seraya menyatakan bahwa penembakan rudal-rudal tersebut menunjukkan bahwa strategi Israel untuk memisahkan front-front Poros Perlawanan telah gagal, analis Zionis tersebut menekankan bahwa empat lapisan pertahanan Israel tidak mampu menetralisir ancaman dari Hizbullah.

Seorang sumber keamanan mengungkap rincian mengenai kondisi operasional di lapangan di Lebanon Selatan sejak gencatan senjata mulai berlaku, dengan menyatakan, “Meskipun kami telah menghentikan operasi darat, kami masih berada dalam posisi bertahan di selatan Lebanon.”

Sumber keamanan tersebut menekankan bahwa meskipun gencatan senjata telah berlaku, wilayah tersebut tetap menjadi medan pertempuran yang aktif karena kehadiran pasukan Hizbullah dan infrastruktur mereka yang terus berlanjut, termasuk di dalam zona keamanan. “Tetapi pasukan kami beroperasi sesuai dengan arahan untuk menghadapi ancaman langsung,” ujarnya.

Dia mengutip Menteri Perang Israel, Yisrael Katz yang mengatakan bahwa kubu Zionis sedang mencoba menciptakan “realitas keamanan baru” untuk, sebagaimana yang mereka klaim, memisahkan Front Lebanon dan Iran dan kemudian bertindak melawan Hizbullah.