Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Media Israel: Stok Rudal AS Terkuras Signifikan dalam Perangi Iran

POROS PERLAWANAN — Harian Israel, Maariv yang dikutip Farsnews Agency pada Sabtu 25 April, melaporkan perang melawan Iran tidak hanya menguras miliaran Dolar anggaran Militer Amerika Serikat, tetapi juga menggerus secara signifikan cadangan rudal strategis dan sistem pencegat utama Washington.

Mengutip analisis Center for Strategic and International Studies, laporan itu menyebut selama 39 hari konflik, Militer AS menembakkan ribuan rudal jelajah, rudal pencegat, dan sistem intersepsi canggih dalam skala yang melampaui proyeksi awal.

Sejumlah sistem utama terdampak langsung, termasuk Tomahawk, Patriot, THAAD, serta SM-3 dan SM-6. Sistem-sistem ini merupakan komponen kunci pertahanan udara dan misil AS yang dirancang untuk menghadapi berbagai skenario, termasuk konflik berskala besar.

Tekanan anggaran tecermin dari biaya per peluncuran. Tomahawk diperkirakan sekitar 2,6 juta Dolar AS per unit, SM-3 sekitar 28,7 juta Dolar, SM-6 sekitar 5,3 juta Dolar, THAAD sekitar 15,5 juta Dolar, dan Patriot sekitar 3,9 juta Dolar. Dalam waktu singkat, kombinasi biaya tinggi dan intensitas penggunaan mendorong total pengeluaran ke level miliaran Dolar.

Analisis tersebut memperkirakan lebih dari 850 rudal Tomahawk telah digunakan selama konflik, sementara penggunaan Patriot mencapai ribuan unit. Tantangan utama terletak pada lambatnya pengisian ulang. Untuk beberapa sistem, jeda antara pemesanan dan pengiriman dapat mencapai empat tahun.

Penyusun laporan menilai cadangan amunisi AS masih mencukupi untuk operasi saat ini. Namun proyeksi ke depan dinilai mengkhawatirkan. Jika menghadapi konflik besar lain, termasuk skenario konfrontasi dengan China, ketersediaan stok berisiko tidak memadai.

Sebelum memaksakan perang terhadap Iran, cadangan persenjataan AS dinilai sudah terbatas. Perang terbaru memperburuk tekanan tersebut.

Dalam situasi ini, Militer AS mulai meningkatkan penggunaan alternatif berbiaya lebih rendah seperti bom JDAM dan sistem berbasis drone. Pilihan ini lebih ekonomis, namun memiliki keterbatasan pada jangkauan, akurasi, dan fleksibilitas operasional dibandingkan sistem intersepsi dan serangan berteknologi tinggi.

Laporan tersebut juga menyoroti tekanan eksternal. Sekutu dan mitra AS, termasuk Ukraina dan negara-negara di Timur Tengah, bergantung pada cadangan senjata yang sama. Kondisi ini memaksa Washington menyeimbangkan kebutuhan domestik dengan komitmen pasokan internasional di tengah kapasitas produksi yang masih terbatas.

Tags: