Loading

Ketik untuk mencari

Rusia

Wakil Rusia di PBB: Iran Punya Hak Konstitusional Batasi Pelayaran di Selat Hormuz

POROS PERLAWANAN – Dalam sidang Dewan Keamanan PBB pada Senin 27 April, , Duta Besar dan Perwakilan Tetap Rusia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Vassily Nebenzia menyoroti upaya negara-negara Barat untuk menyalahkan Iran atas perkembangan di Kawasan. Ia mengatakan, “Ada upaya untuk melimpahkan seluruh tanggung jawab kepada Iran, seolah-olah Iran-lah yang telah menyerang negara-negara tetangganya dan dengan sengaja memblokir jalur pelayaran di Selat Hormuz.”

Diberitakan Fars, Nebenzia dalam sidang kemarin membela posisi Iran dengan mengatakan,“Pada masa perang, negara pesisir yang diserang dapat membatasi navigasi di perairan teritorialnya demi alasan keamanan.”

Awal bulan ini, Rusia dan Tiongkok menggunakan hak veto mereka untuk memblokir rancangan resolusi Dewan Keamanan, yang secara resmi bertujuan untuk menjamin kebebasan navigasi di Selat Hormuz, sebuah tindakan yang memicu kemarahan negara-negara Barat.

Pada hari Senin kemarin, Nebenzia merujuk pada tindakan Barat terhadap Iran dan menyamakan aksi negara-negara Barat dengan “pembajakan”.

Dia juga dengan tegas mengutuk serangan Ukraina yang menggunakan drone udara dan maritim jarak jauh terhadap kapal tanker minyak yang terkait dengan Rusia di Laut Mediterania. Nebenzia juga mengecam dukungan Eropa terhadap serangan Kyiv terhadap kapal dagang Rusia di Laut Hitam.

“Tidak seperti para perompak, yang mengibarkan bendera hitam dengan gambar tengkorak dan tulang bersilang di kapal mereka, negara-negara Barat berusaha menyembunyikan tindakan melanggar hukum mereka dengan mengacu pada sanksi sepihak,” kata Nebenzia dengan nada pedas dan menyindir.

“Hal ini (sanksi sepihak) hanyalah kedok yang dimaksudkan untuk menyembunyikan fakta bahwa Uni Eropa telah melakukan pembajakan terang-terangan di laut,” tandas diplomat senior Rusia tersebut.