Loading

Ketik untuk mencari

Iran Lebanon

Jalur Diplomasi Iran–Lebanon Menguat, Gencatan Senjata Jadi Poros Tekanan Hentikan Agresi Israel

POROS PERLAWANAN – Dikutip dari Al Mayadeen, jalur diplomasi antara Iran dan Lebanon kembali menguat di tengah eskalasi Kawasan, dengan isu gencatan senjata di Lebanon ditempatkan sebagai titik tekan utama untuk menghentikan agresi Israel.

Dalam percakapan telepon yang berlangsung intens, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, dan Ketua Parlemen Lebanon, Nabih Berri membahas perkembangan terbaru yang dinilai semakin mengkhawatirkan. “Agresi yang terus berlanjut tidak hanya menargetkan Lebanon, tetapi juga mengancam stabilitas seluruh Kawasan,” demikian ditegaskan dalam pernyataan yang dikutip.

Kedua pejabat tersebut secara tegas mengutuk serangan yang menyebabkan korban jiwa massal, kehancuran infrastruktur, serta gelombang pengungsian. Mereka menilai bahwa “diamnya komunitas internasional telah memberi ruang bagi berlanjutnya kejahatan”, seraya menyerukan tindakan nyata untuk menghentikan serangan di Lebanon selatan.

Dalam kerangka yang lebih luas, Araghchi mengaitkan isu Lebanon dengan jalur negosiasi yang tengah berlangsung, termasuk yang dimediasi oleh Pakistan. Ia menegaskan bahwa “penghentian agresi Zionis merupakan bagian integral dari setiap pemahaman politik yang sedang dibangun”, sekaligus menekankan komitmen berkelanjutan Iran dalam mendukung rakyat Lebanon.

Sementara itu, Berri menyoroti bahwa pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata terus terjadi, menunjukkan ketidakpatuhan Israel terhadap norma internasional. “Tekanan global harus ditingkatkan untuk memastikan entitas tersebut bertanggung jawab,” ujarnya, sembari memuji posisi Iran yang dinilai konsisten membela Lebanon.

Sumber-sumber politik di Ain al-Tineh mengungkapkan bahwa harapan kini bertumpu pada kemajuan nyata dalam pembicaraan antara Iran dan Amerika Serikat. Mereka menekankan bahwa setiap jalur diplomatik ke depan tidak dapat dipisahkan dari tuntutan utama: penghentian total agresi terhadap Lebanon sebagai prasyarat stabilitas Kawasan.