Mantan Menhan AS: Program Nuklir Iran Bukan Ancaman Mendesak
POROS PERLAWANAN — Mantan Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Robert Gates menyatakan bahwa program nuklir Iran saat ini tidak dapat dianggap sebagai ancaman yang bersifat mendesak atau segera.
Menurut laporan Mehr News Agency pada Minggu 17 Mei, Gates menyampaikan pernyataan itu dalam wawancara di program Face the Nation yang ditayangkan jaringan televisi CBS News.
“Saya tidak berpikir program nuklir Iran merupakan ancaman yang bersifat mendesak,” kata Gates.
Menteri Pertahanan AS pada era Pemerintahan George W. Bush dan Barack Obama itu juga menilai jalur diplomasi tetap menjadi satu-satunya peluang realistis untuk menyelesaikan persoalan Iran.
“Pada akhirnya, satu-satunya peluang keberhasilan untuk menyelesaikan isu Iran adalah melalui negosiasi. Jalur diplomasi jelas menjadi opsi yang paling mungkin menghasilkan solusi,” ujarnya.
Dalam wawancara tersebut, Gates turut menyoroti meningkatnya tantangan strategis yang dihadapi Amerika Serikat di tengah perubahan keseimbangan kekuatan global.
Ia mengatakan Washington kini menghadapi negara-negara bersenjata nuklir di Eropa dan Asia dalam situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah modern Amerika.
Menurut Gates, modernisasi kekuatan nuklir China akan membuat Beijing dan Moskow secara gabungan memiliki hampir dua kali lebih banyak hulu ledak nuklir strategis dibandingkan Amerika Serikat.
Ia juga mengakui bahwa China berkembang menjadi pesaing global yang memiliki kapasitas industri, teknologi, dan produksi yang sangat besar.
“Kami belum pernah menghadapi negara yang dalam beberapa bidang teknologinya melampaui kami dan di banyak bidang lain mampu menyamai Amerika Serikat,” katanya.
Gates menilai kondisi tersebut menjadikan situasi global saat ini sebagai periode yang sangat berbahaya, terutama dengan meningkatnya persaingan geopolitik antara Washington, Beijing, dan Moskow.
