Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

CENTCOM Bantah Pengawalan Kapal di Selat Hormuz, Klaim Wall Street Journal Dipatahkan

POROS PERLAWANAN — Komando Pusat Amerika Serikat atau CENTCOM menyatakan pasukan AS saat ini tidak melakukan pengawalan terhadap kapal dagang di Selat Hormuz. Pernyataan itu disampaikan pada Selasa waktu setempat untuk membantah laporan media Amerika yang menyebut Washington kembali mengaktifkan operasi pengamanan jalur pelayaran di kawasan Teluk.

Dalam pernyataan resmi yang dilaporkan Fars News Agency pada Rabu, 27 Mei 2026, CENTCOM menegaskan program “Project Freedom” belum kembali dijalankan dan tidak ada kapal komersial yang dikawal militer AS di Selat Hormuz.

Pernyataan tersebut muncul beberapa jam setelah harian The Wall Street Journal melaporkan bahwa Angkatan Laut Amerika Serikat mulai kembali mengawal dan mendukung pelayaran kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz. Laporan itu menyebut langkah tersebut sebagai bentuk reaktivasi operasi “Project Freedom” yang sebelumnya diumumkan oleh Donald Trump.

Namun, menurut CENTCOM, operasi tersebut belum diaktifkan kembali.

Seorang pejabat Amerika juga mengatakan kepada Al Jazeera bahwa laporan mengenai pengawalan kapal dagang oleh pasukan AS di Selat Hormuz tidak benar. Pejabat itu menegaskan militer Amerika saat ini tidak mendampingi kapal mana pun di kawasan tersebut.

“Project Freedom” sebelumnya diumumkan sebagai bagian dari skema pengamanan pelayaran internasional di perairan strategis Teluk Persia. Program itu sempat berjalan singkat sebelum dihentikan sekitar 36 jam setelah diumumkan.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur energi paling vital di dunia. Ketegangan keamanan di kawasan itu kerap memicu perhatian internasional karena memengaruhi distribusi minyak global dan stabilitas perdagangan maritim.

Perbedaan informasi antara laporan media Amerika dan pernyataan resmi CENTCOM menunjukkan tingginya sensitivitas situasi keamanan di Teluk Persia di tengah meningkatnya rivalitas geopolitik kawasan.

Tags: