Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

John Bolton Sebut Trump Putus Asa Mengejar Kesepakatan dengan Iran

POROS PERLAWANAN — Mantan Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih, John Bolton, melontarkan kritik tajam terhadap Donald Trump dan menuduh Presiden Amerika Serikat itu tampak putus asa dalam upaya mencapai kesepakatan dengan Iran di tengah krisis kawasan.

Bolton, yang selama bertahun-tahun dikenal sebagai salah satu tokoh paling keras terhadap Iran, juga mengkritik pemerintahan Trump karena dinilai gagal mengantisipasi dampak penutupan Selat Hormuz akibat perang.

Menurut laporan Fars News Agency pada Rabu, 27 Mei 2026, yang mengutip The Hill, Bolton pada Senin menyerang mantan atasannya itu dan menyebut Trump “secara nyata tampak putus asa untuk mencapai sebuah kesepakatan.”

Ia menilai kemungkinan kesepakatan tersebut kelak akan dikenang dalam sejarah sebagai “kerugian katastrofik” bagi Amerika Serikat.

Bolton mengatakan Trump tidak memikirkan kepentingan strategis jangka panjang Amerika Serikat, melainkan lebih berfokus pada harga bahan bakar di SPBU.

“Dia melihat harga bensin di pompa dan akan melakukan apa pun untuk menurunkannya,” kata Bolton.

Penutupan Selat Hormuz bagi sekutu-sekutu Amerika Serikat disebut telah memicu lonjakan tajam harga energi global. Rata-rata harga bensin di Amerika dilaporkan naik sekitar 60 persen hingga mencapai 4,50 dolar per galon.

Bolton juga mempertanyakan kesiapan pemerintah Amerika menghadapi dampak perang terhadap salah satu jalur energi terpenting dunia tersebut.

“Masuk akal jika publik bertanya mengapa pemerintah tidak memikirkan hal ini sejak awal perang,” ujarnya.

Dalam wawancara dengan CNN, Bolton menuduh Iran berhasil “memainkan” Trump dan menempatkan Washington dalam posisi tertekan.

“Mereka menekan Trump, dan semua ini menguntungkan Iran,” kata Bolton.

Tags: