Jenderal AS: Serangan Rudal Iran Kirim Pesan Tegas ke Israel
POROS PERLAWANAN – Seorang jenderal purnawirawan Amerika Serikat, Randy Manner menilai serangan rudal Iran ke Tel Aviv bukan sekadar aksi militer, melainkan pesan politik yang jelas: ancaman Iran nyata dan akan dilaksanakan pada waktunya.
Fars memberitakan, Manner, yang merupakan mantan komandan Divisi Ketiga AD AS di Kuwait sekaligus eks pejabat tinggi lembaga pertahanan, menyebut kekuatan Iran melampaui perkiraan konvensional. Menurutnya, kombinasi letak geografis dan teknologi lokal menjadikan Iran memiliki daya prevensi yang efektif.
Ia menilai serangan sekitar 15 rudal itu cukup untuk menyampaikan pesan politik dan militer. Iran, kata Manner, menunjukkan bahwa serangan Israel—terutama di Lebanon—tidak akan dibiarkan tanpa balasan.
Lebih jauh, Manner menilai langkah Iran ini bagian dari strategi: tanpa perang besar, Iran berhasil menekan Israel sekaligus memperlihatkan kemampuan menahan eskalasi. Serangan itu juga menempatkan hubungan Trump–Netanyahu dalam posisi sulit, karena pilihan balasan Israel berisiko menimbulkan biaya politik bagi keduanya.
Menurut Manner, kekuatan Iran bukan hanya militer, tapi juga geopolitik dan ekonomi. Dengan posisi di Selat Hormuz serta penggunaan teknologi murah seperti drone, Iran mampu memengaruhi arus energi dan stabilitas ekonomi global.
Ia menegaskan, serangan ini memperkuat citra Iran di mata publik kawasan sebagai satu-satunya negara yang berani menanggung biaya untuk menghentikan agresi Israel.
Manner juga menyoroti dilema Trump. Menurutnya, Trump ingin segera keluar dari perang karena tekanan politik dalam negeri, harga bensin dan pangan yang naik, serta keresahan publik. Namun, di sisi lain ia berusaha tampil tegas agar tidak terlihat lemah.
Selain itu, Manner mengkritik rencana integrasi sistem pertahanan Israel ke dalam struktur keamanan AS. Ia menilai langkah itu tidak perlu dan justru berbahaya, mengingat adanya kasus spionase Israel terhadap pejabat tinggi Amerika.
