Loading

Ketik untuk mencari

Rusia

AFP: Intelijen Turki Beri Arahan Langsung Operasi Serangan Teroris ke Suriah

POROS PERLAWANAN – Dalam laporan terbaru, pada Minggu 01 Desember, Agence France-Presse (AFP) menyebutkan bahwa kelompok teroris Hay’at Tahrir al-Sham (HTS), afiliasi Al-Qaeda yang baru-baru ini meningkatkan agresi ke sejumlah wilayah Suriah, menerima arahan operasional langsung dari intelijen Turki.

Menurut laporan tersebut, operasi HTS di Suriah berlangsung atas restu dari intelijen Turki. Serangan besar yang diluncurkan pada Rabu lalu menyasar wilayah strategis seperti Aleppo dan Idlib. HTS bahkan mengklaim berhasil menguasai sebagian wilayah tersebut meskipun klaim ini masih dipertanyakan oleh otoritas Suriah.

Markas Komando Gabungan

Laporan AFP menambahkan, kelompok-kelompok teroris, termasuk HTS, beroperasi di bawah koordinasi markas komando gabungan yang dirancang untuk mendukung serangan mereka. Sebelumnya, surat kabar Rusia Izvestia mengungkap, serangan ini merupakan hasil koordinasi antara intelijen Turki, Ukraina, dan Prancis, dengan dukungan Israel dan persetujuan dari Amerika Serikat. Menurut Izvestia, rencana serangan awalnya dijadwalkan berlangsung pada Maret 2024. Namun, insiden besar di Lebanon mempercepat pelaksanaannya.

Eskalasi Pasca Gencatan Senjata

Serangan ini bertepatan dengan periode gencatan senjata sementara antara Hizbullah dan Israel yang baru saja diumumkan. Namun, hanya beberapa jam setelah gencatan senjata dimulai, Israel melancarkan serangan udara ke perbatasan Lebanon dan Suriah. Serangan ini diklaim sebagai upaya untuk mencegah pengiriman senjata kepada Hizbullah, yang Israel anggap sebagai ancaman utama di kawasan.

Militer Suriah melaporkan, Israel secara aktif memberikan dukungan logistik dan intelijen kepada kelompok-kelompok teroris yang menyerang Aleppo dan Idlib. Sumber militer tersebut menegaskan bahwa meskipun HTS sempat merebut beberapa wilayah di awal serangan, tentara Suriah kini telah berhasil mengendalikan kembali sebagian besar wilayah yang diduduki.

Serangan Udara ke Markas HTS

Lebih jauh, surat kabar Al-Watan Suriah melaporkan, serangan udara telah menghantam markas utama HTS di Idlib. Operasi tersebut berhasil melumpuhkan fasilitas penting kelompok tersebut. Laporan awal menyebutkan bahwa Abu Muhammad al-Joulani, pemimpin HTS, berada di dalam markas saat serangan berlangsung. Namun, status keberadaannya hingga kini belum dikonfirmasi.

Peran Israel dan Ambisi Regional

Beberapa pengamat politik menilai, serangan teroris ini merupakan bagian dari strategi Israel untuk menciptakan instabilitas di kawasan. Dukungan Israel terhadap kelompok-kelompok seperti HTS diyakini terkait dengan ambisi Tel Aviv mendirikan “Israel Kedua” yang disebut sebagai “Kurdistan.”

Laporan tambahan dari intelijen Rusia menunjukkan bahwa kerja sama antara Israel, Amerika Serikat, dan sekutu-sekutunya dirancang untuk memanfaatkan konflik sektarian di kawasan sebagai alat untuk melemahkan Suriah dan Iran. Dengan demikian, serangan ini tidak hanya berdampak pada Suriah tetapi juga mengancam stabilitas seluruh kawasan.

Respons Suriah

Meskipun tekanan internasional dan dukungan asing kepada kelompok-kelompok teroris Takfiri terus berlanjut, tentara Suriah tetap mampu mempertahankan kontrol atas sebagian besar wilayahnya. Serangan balasan oleh militer Suriah kini difokuskan untuk menghancurkan jaringan teroris yang beroperasi di Aleppo dan Idlib, dengan dukungan dari sekutu mereka seperti Rusia dan Iran.

Tags: