Agresi Gabungan AS-Inggris Lancarkan Sembilan Serangan di Saada dan Amran
POROS PERLAWANAN – Hari ini, Senin 11 November, agresi gabungan antara AS dan Inggris melancarkan sembilan serangan udara yang menargetkan wilayah Saada dan Amran di Yaman. Serangan massif ini menambah ketegangan di tengah konflik yang telah berlangsung lama dan memicu berbagai kekhawatiran terkait dampak bagi warga sipil.
Sumber keamanan seperti dikutip Kantor Berita Yaman, Sabanews, melaporkan bahwa serangan tersebut menyasar area Al-Rahba di Distrik Al-Safra’a, Provinsi Saada, dengan dua serangan udara. Sementara itu, di Provinsi Amran, serangan diarahkan ke Distrik Harf Sufyan, dengan tujuh serangan udara. Serangan ini dikabarkan menyebabkan kerusakan bangunan dan fasilitas umum di wilayah tersebut, meskipun belum ada laporan rinci mengenai korban jiwa atau cedera.
Para pengamat menilai agresi AS dan Inggris ini merupakan eskalasi dalam intervensi asing di Yaman, yang semakin memperburuk situasi di lapangan. Konflik yang melibatkan berbagai kekuatan internasional ini telah menyebabkan penderitaan besar bagi rakyat Yaman, dengan jutaan orang yang menghadapi krisis kemanusiaan, kelaparan, dan kekurangan akses terhadap layanan kesehatan dasar.
Komunitas internasional telah lama mengkritik keterlibatan AS-Inggris dalam konflik Yaman. Kelompok-kelompok hak asasi manusia menyoroti tingginya korban sipil akibat serangan udara dan blokade yang dipimpin oleh koalisi AS, yang dinilai memperburuk kondisi kemanusiaan di negara tersebut. Sementara itu, Dewan Keamanan PBB, beberapa kali menyerukan penghentian serangan dan desakan untuk mengupayakan penyelesaian damai, meskipun belum menunjukkan hasil signifikan.
Serangan terbaru ini juga menambah kekhawatiran bahwa upaya diplomasi untuk meredakan ketegangan justru menemui jalan buntu, dengan dampak yang semakin memberatkan bagi rakyat Yaman yang sudah bertahun-tahun hidup dalam kondisi perang dan krisis kemanusiaan yang parah.
