Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

Analis Terkemuka India: Berteman dengan AS Lebih Berbahaya daripada Memusuhinya

Analis Terkemuka India: Berteman dengan AS Lebih Berbahaya daripada Memusuhinya

POROS PERLAWANAN – Dilansir Fars, seorang analis yang menetap di New Delhi, Brahma Chellaney mengkritik hubungan persahabatan dengan AS, seraya mengingatkan bahwa sanksi-sanksi Washington telah mencegah India membeli minyak dari Iran.

Geostrategis, penulis, dan analis terkemuka India ini mengutip ucapan dari mantan Menlu Amerika Serikat, Henry Kissinger dan mengecam kebijakan AS yang gemar menjatuhkan sanksi.

Chellaney adalah salah satu analis ternama India dalam masalah-masalah internasional. Harian Guardian menyebutnya sebagai “analis dan penulis terkemuka isu-isu internasional”. Majalah Time India mendeskripsikannya sebagai “pakar ternama India dalam masalah-masalah kebijakan luar negeri”.

Pada Senin 19 Juli malam, Chellaney di laman Twitter-nya menulis, ”Suatu saat Henry Kissinger pernah menyindir bahwa ‘permusuhan dengan AS mungkin akan berbahaya. Namun pertemanan dengan AS adalah (kesalahan) fatal.’ Sebagai contoh, AS melarang kawan-kawannya mengimpor minyak dari Iran, tapi membiarkan China (seteru AS) untuk membeli minyak Iran dengan harga diskon”.

Sebelum adanya sanksi-sanksi Washington, India adalah salah satu pengimpor terbesar minyak Iran. New Delhi berada di urutan kedua pembeli minyak Iran setelah Beijing. Setelah adanya sanksi-sanksi AS, India menghentikan impor minyak dari Iran secara total, sedangkan China masih tetap membelinya.

Saat menarik AS keluar dari JCPOA di tahun 2018, Donald Trump berkoar bisa memaksa Iran untuk berunding kembali dan membuat “kesepakatan yang lebih baik”.

Dua tahun setelah itu, Trump tidak sanggup mewujudkan sesumbarnya. Oleh karena itu, dia menjadi sasaran kritik dari banyak pihak, terutama menjelang Pilpres AS pada November tahun lalu.

Para pengkritik Trump menilai dirinya tidak memiliki strategi untuk menghadapi Iran, meningkatkan ketegangan yang tidak perlu dengan Teheran, dan memisahkan AS dari para sekutunya.

Pemerintahan baru AS di bawah Joe Biden mengakui kegagalan kebijakan “Tekanan Maksimum” Trump dan mengklaim berniat untuk mengembalikan Washington ke JCPOA.

Tags:

1 Komentar

  1. Oji Ajee Juli 21, 2021

    Lanjut

    Balas

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *