Loading

Ketik untuk mencari

Yaman

Pesan Ansharullah kepada Amerika dan Dunia: Tunggu Kejutan Baru dari Yaman

Petinggi Ansharullah: Trump Tidak Baca Sejarah Yaman

POROS PERLAWANAN – Seorang anggota senior gerakan Ansharullah menegaskan bahwa dunia Arab harus berada di garis depan dalam mendukung Palestina. Ia menyoroti bahwa rakyat Yaman selalu konsisten antara kata dan tindakannya, serta memperingatkan Amerika Serikat dan komunitas internasional untuk bersiap menghadapi kejutan baru dari Yaman.

Menurut laporan Sabanews pada Rabu (26/3), Ali Al-Qahum, anggota senior biro politik Ansharullah, dalam pernyatannya menegaskan bahwa operasi militer Yaman terhadap Amerika Serikat dan rezim Zionis akan terus berlanjut. Langkah ini merupakan bagian dari solidaritas terhadap perjuangan rakyat Palestina dan sebagai respons terhadap serangan brutal Amerika terhadap warga sipil Yaman. Ia menegaskan bahwa dunia harus bersiap menghadapi kejutan dari Yaman karena rakyatnya bertindak sesuai dengan apa yang mereka nyatakan.

Ali Al-Qahum menambahkan, “Kepemimpinan Yaman memiliki strategi kejutan yang terus berlanjut. Kami tidak mengenal kata menyerah, dan Yaman akan terus memenangkan perjuangannya di bawah kepemimpinan yang berkomitmen pada pembelaan Palestina.”

Pertempuran sebagai Isu Eksistensial

Pejabat Ansharullah tersebut menegaskan, konflik yang terjadi saat ini bukan sekadar perang biasa, melainkan pertempuran eksistensial.

“Siapa pun yang memisahkan diri dari perjuangan ini akan menanggung konsekuensi berat. Biaya politik dan strategisnya akan jauh lebih besar bagi dunia Arab. Israel adalah proyek Anglo-Amerika yang bertujuan menjarah dan menghancurkan dunia Islam, menghapus identitas, sejarah, peradaban, serta peran masa depan bangsa-bangsa Muslim,” tegasnya.

Sikap Militer Yaman

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Yaman, Mohammed Nasser Al-Atifi, menegaskan bahwa angkatan bersenjata negaranya siap memperluas cakupan konfrontasi dengan musuh sesuai dengan eskalasi tantangan yang dihadapi. Dalam kondisi darurat apa pun, Yaman akan menyesuaikan langkah militernya.

Sebagai bagian dari operasi berkelanjutan melawan Amerika Serikat dan rezim Zionis, Yaman terus melakukan serangan balasan terhadap target-target strategis mereka. Langkah ini bertujuan untuk mematahkan blokade Gaza serta merespons agresi Washington terhadap warga sipil Yaman.

Serangan Terbaru Yaman

Pada Selasa pagi, juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman, Yahya Saree, mengumumkan bahwa unit rudal Yaman telah meluncurkan serangan ke Bandara Ben Gurion di Jaffa (Tel Aviv). Target ini dihantam dengan rudal balistik “Zulfiqar” serta rudal balistik supersonik “Palestine 2”. Ia menegaskan bahwa operasi tersebut berhasil mencapai sasarannya dengan akurasi tinggi.

Selain itu, sebagai respons terhadap serangan Amerika di Yaman dan aksi kekerasan terhadap warga sipil di Sanaa dan Saada, Angkatan Laut Yaman, unit rudal, dan unit pesawat tak berawak menargetkan sejumlah kapal perang musuh di Laut Merah. Salah satu target utama adalah kapal induk Amerika “Truman”, yang dihantam dengan beberapa rudal balistik, rudal jelajah, dan drone tempur.

Dengan meningkatnya eskalasi di kawasan, dunia kini menanti langkah berikutnya dari Yaman dalam menghadapi tekanan global. Ketegangan yang terus memanas ini berpotensi mengubah dinamika geopolitik di Timur Tengah, terutama terkait dengan perlawanan terhadap blokade Gaza dan respons terhadap agresi Amerika di Yaman.

Tags: