Araghchi Sindir Telak Statemen Netanyahu Soal ‘Israel Raya’
POROS PERLAWANAN – Menlu Iran, Abbas Araghchi menanggapi ucapan Benyamin Netanyahu dalam sebuah wawancara tentang “Israel Raya” dan bahwa dirinya mengemban sebuah “misi historis dan spiritual.”
“Apakah jika Netanyahu sendiri sudah mengakui, itu tetap dianggap sebagai antisemitisme?” cuit Araghchi di laman X-nya pada Kamis dini hari 14 Agustus, Fars melaporkan.
Dalam sebuah wawancara dengan salah satu stasiun televisi Israel, Perdana Menteri Rezim Zionis berujar bahwa dirinya berada dalam sebuah “misi bersejarah dan spiritual.” Dia juga menyatakan ketertarikan besarnya kepada gagasan “Israel Raya”, yang mencakup kawasan-kawasan milik Pemerintahan mendatang Palestina, juga sebagian Yordania dan Mesir.
Perlu dicamkan bahwa biasanya media-media Barat menyematkan label “antisemit” kepada siapa pun yang mengungkit-ungkit gagasan kubu Zionis soal “Israel Raya.”
Saat diwawancarai i24 pada Selasa malam lalu, Netanyahu mengaku dirinya “sangat terhubung dengan visi Israel Raya.” Dia berpendapat, Israel Raya meliputi wilayah Palestina Pendudukan dan beberapa bagian dari Yordania, Lebanon, Suriah, dan Mesir.
Statemen Netanyahu ini memicu reaksi keras berbagai negara Arab. Arab Saudi melalui statemen pedasnya mengecam pernyataan PM Israel tersebut.
Anggota Parlemen Yordania, Mu’taz al-Harut mengatakan,”Pernyataan terbaru Benyamin Netanyahu bukan sebuah ‘ketergelinciran lidah.’ Namun itu adalah deklarasi gamblang dan nyata sebuah proyek imperialisme, yang bertujuan mencaplok negeri Palestina dan sejumlah bagian dari negara-negara Arab, termasuk Yordania, Lebanon, Suriah, dan Mesir.”
