Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Armada Maghreb Siap Bertolak ke Gaza Meski Sempat Hadapi Serangan dan Penundaan Sebelumnya

Armada Maghreb Siap Bertolak ke Gaza Meski Hadapi Serangan dan Penundaan

POROS PERLAWANAN – Armada Maghreb untuk Mendukung Gaza menyatakan kesiapannya untuk berlayar menuju Jalur Gaza yang diblokade Israel.

Dilaporkan al-Mayadeen, pada hari Jumat 12 September, kapal-kapal dari Konvoi Global Sumud tiba di pelabuhan Bizerte di utara Tunisia setelah sebelumnya berlabuh di Sidi Bou Said. Panitia penyelenggara mengonfirmasi bahwa konvoi yang terdiri dari sekitar 36 kapal itu, yang membawa hampir 700 aktivis dari lebih dari 40 negara, akan berangkat menuju Gaza begitu kondisi cuaca memungkinkan. Peserta konvoi termasuk pembela hak asasi manusia dan pengamat hukum yang mendokumentasikan pelanggaran hukum internasional.

Konvoi kapal tersebut telah menghadapi berbagai kendala. Dua kapal, Family yang berbendera Portugal dan Alma yang berbendera Inggris, diserang pada awal pekan ini oleh apa yang digambarkan aktivis sebagai serangan drone di perairan Tunisia. Rekaman yang beredar di dunia maya menunjukkan objek yang terbakar menghantam salah satu kapal. Kementerian Dalam Negeri Tunisia membantah adanya serangan drone dan mengumumkan penyelidikan resmi. Panitia penyelenggara menolak insiden tersebut sebagai “gangguan,” dan berjanji bahwa misi tersebut tidak akan terhalang.

Koalisi di balik perjalanan ini, yang terkait dengan Koalisi Freedom Flotilla, telah menarik peserta dari masyarakat sipil di seluruh Eropa, Maroko, dan wilayah lain. Di antara mereka yang memberikan dukungan adalah aktivis iklim Greta Thunberg. Di awal tahun ini dia ditahan oleh pasukan Israel dan kemudian dideportasi setelah naik ke kapal Madleen, sebuah kapal yang menuju Gaza dan dicegat di perairan internasional pada bulan Juni. Insiden tersebut, yang menghentikan 12 aktivis dan seorang jurnalis dari mengantarkan bantuan kemanusiaan, menunjukkan tekad para peserta untuk terus menantang blokade Israel, kendati harus menanggung banyak risiko.

Di antara kapal-kapal yang berpartisipasi terdapat kapal pengamatan yang diberi nama sesuai dengan nama jurnalis Syahid Shireen Abu Akleh. Kapal lain yang bersiap berangkat dari Bizerte akan diberi nama Fatima Hassouna, yang juga tewas di Gaza. Nama-nama simbolis ini menyoroti niat misi untuk menghormati para syuhada Palestina dan mendokumentasikan pelanggaran Israel.

Ini adalah upaya maritim terbesar sejenisnya. Kapal-kapal pertama berangkat dari Barcelona, Spanyol, pada akhir Agustus, disusul oleh konvoi lain dari Genoa, Italia, pada awal bulan ini. Belum pernah sebelumnya begitu banyak kapal berlayar bersama menuju Gaza. Dengan armada kini berkumpul kembali di Tunisia, para penyelenggara menegaskan bahwa misi ini mencerminkan tekad yang semakin kuat dari masyarakat sipil internasional untuk menentang blokade laut Israel dan berdiri bersama rakyat Palestina yang menghadapi genosida dan pengepungan.

Tags: