Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Armada Sumud Dihadang Teror Drone di Laut Tengah, Namun Tak Gentar Membelah Blokade Gaza

POROS PERLAWANAN – Dilansir Al Mayadeen, armada Global Sumud Flotilla (GSF), konvoi kemanusiaan sipil internasional yang tengah mengarungi Laut Tengah menuju Gaza, kembali menjadi sasaran agresi pengecut dari entitas Zionis dan sekutunya. Dalam sebuah laporan terbaru, para penyelenggara armada mengungkapkan bahwa kapal-kapal mereka dihujani gangguan drone, ledakan misterius, dan sabotase komunikasi dalam upaya terang-terangan menggagalkan misi mulia mereka menembus pengepungan brutal atas Gaza.

Koordinator GSF, Wael Nawwar menegaskan bahwa setidaknya empat kapal menjadi target bom suara dari udara, meski tidak ada korban luka dalam insiden tersebut. Namun, jumlah serangan dipastikan lebih luas dari yang diperkirakan, total 12 serangan tercatat, menyasar sembilan kapal dari armada tersebut. “Kami menyaksikan operasi psikologis ini secara langsung, sekarang. Tapi kami tidak akan terintimidasi,” tegas Nawwar dalam pernyataan resminya.

Drone tak dikenal dilaporkan menjatuhkan benda-benda asing di dekat kapal, sementara ledakan menggema di sekitar jalur pelayaran mereka. Komunikasi antarkapal pun terganggu, memunculkan dugaan kuat akan adanya operasi sabotase terkoordinasi.

GSF secara gamblang menuding Israel dan para pendukungnya berada di balik agresi tersebut, menyebut aksi-aksi itu sebagai bagian dari upaya keji memperpanjang derita kelaparan dan genosida di Gaza. “Taktik memuakkan ini hanya menunjukkan ketakutan musuh terhadap kekuatan solidaritas rakyat dunia. Namun tekad kami lebih kokoh dari baja,” bunyi pernyataan itu.

Kendati menghadapi tekanan luar biasa, para pejuang kemanusiaan ini tidak menunjukkan tanda mundur. “Kami tidak akan dibungkam. Kami akan terus berlayar, membawa harapan dan bantuan bagi saudara-saudara kami di Gaza,” tegas GSF.

Serangan ini merupakan lanjutan dari insiden sebelumnya di perairan Tunisia, di mana drone merusak kapal “Perahu Keluarga” dan “Alma”. Saat itu, meskipun otoritas Tunisia menyangkal adanya serangan, penyelenggara tetap yakin bahwa Tel Aviv adalah dalangnya.

Saat ini, armada GSF terus bergerak di Mediterania tengah, setelah bertolak dari pelabuhan di Spanyol, Italia, dan Tunisia. Lebih dari sekadar membawa bantuan kemanusiaan, mereka membawa pesan perlawanan terhadap pengepungan ilegal dan ketidakadilan kolonial.

Tags: