Loading

Ketik untuk mencari

Irak

AS dan Israel di Balik Serangan Terbaru terhadap Posisi Poros Perlawanan Irak

POROS PERLAWANAN – Dilansir Press TV, Gerakan Poros Perlawanan Asa’ib Ahl al-Haq Irak menyebut Amerika Serikat dan Israel berada di balik serangan baru-baru ini terhadap posisi Unit Mobilisasi Populer (PMU) atau Hashd al-Sha’abi.

Sekretaris Jenderal Asa’ib, Qais Khazali mengkritik Pemerintah Irak karena diam atas serangan 14 September di perbatasan antara kota al-Qa’im dan kota al-Bukamal di Suriah.

“Penolakan dari pihak Amerika tidak membebaskan mereka dari tanggung jawab mereka dalam hal ini, karena dalam praktiknya, tanggung jawab atas wilayah udara Irak terletak pada mereka. Jika mereka tidak terlibat dalam serangan ini, itu adalah pekerjaan musuh Zionis,” katanya.

“Pesawat Israel tidak dapat menargetkan posisi yang dipegang oleh pasukan militer Irak tanpa persetujuan Amerika,” tambahnya.

Jubir koalisi militer pimpinan AS Combined Joint Task Force Operation Inherent Resolve (CJTF-OIR), Kolonel Wayne Marotto mengklaim dalam sebuah tweet bahwa Washington tidak berada di balik serangan udara tersebut.

Saluran Telegram yang berafiliasi dengan faksi-faksi Poros Perlawanan mengatakan AS menolak mengakui karena ketakutannya akan reaksi para pejuang Irak.

Sumber media mengatakan bahwa serangan itu melibatkan jet tempur F-15 AS dan kendaraan udara tak berawak (UAV) yang menembakkan empat rudal ke posisi Hashd al-Sha’abi.

Tidak ada korban jiwa, tetapi menghancurkan tiga kendaraan dan kamera termal yang digunakan oleh pejuang Poros Perlawanan untuk menjaga perbatasan dan mencegah infiltrasi teroris ISIS ke Irak.

Di tempat lain dalam sambutannya, Khazali mengecam kelambanan Pemerintah Irak untuk membeli sistem pertahanan udara dalam upaya untuk mencegah tindakan agresi berulang terhadap negara tersebut.

Tags: