Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Atwan: AS Berada di Posisi Lemah Saat Berunding dengan Iran

Atwan: AS Berada di Posisi Lemah Saat Berunding dengan Iran

POROS PERLAWANAN – Redaktur Rai al-Youm, Abdelbari Atwan dalam tulisannya menyoroti perundingan tak langsung Iran-AS pada Sabtu 12 April kemarin. Menurut Atwan, dalam kompetisi tekad di Muscat ini, Iran sukses mencetak gol penting ke gawang AS. Tehran berhasil memaksa Washington menerima perundingan tidak langsung, di saat AS menghendaki sebaliknya.

Diberitakan Mehr, Atwan menilai bahwa Utusan AS, Steve Witkoff berada do posisi lemah dan gagal dalam perundingan ini. Terutama ketika proyek AS untuk memberlakukan tarif bea cukai terhadap lebih dari 200 negara gagal. Bahkan AS dengan tindakan ini telah membuat kawan-kawannya sendiri, terutama negara-negara Eropa dan Asia Timur, seperti Korsel dan Jepang, menjadi musuhnya sendiri.

“Wakil Iran dalam perundingan ini, Abbas Araghchi adalah Menlu berpengalaman Iran yang memimpin perundingan nuklir dengan 6 negara di tahun 2015 silam. Dia memiliki banyak pengalaman dalam seni negosiasi dan strategi terkait dengannya. Sebab itu, Iran tidak menyerah di hadapan kebijakan ancaman dan intimidasi Trump. Iran telah memaksa AS menerima seluruh syaratnya. Mereka hanya berunding dalam masalah nuklir saja dan tidak menyinggung isu-isu lain, seperti drone, rudal, dan hubungan internal Poros Perlawanan.”

“Ketika Iran mempersiapkan landasan peluncur rudal dan kapal-kapal perusak modernnya, menyiagakan Angkatan Darat dan Lautnya, mengancam akan menggempur pangkalan-pangkalan militer AS di sekitar Iran, menutup Selat Hormuz, dan mencegah ekspor minyak dunia melalui Teluk Persia, Trump pun mengajukan tawaran kembali ke solusi diplomatik untuk menyelesaikan krisis antara Iran dan AS.”

“Kubu Iran sama sekali tidak memercaya Donald Trump, yang di tahun 2018 merobek kesepakatan nuklir. Iran tahu benar bahwa Trump adalah alat di tangan Rezim Zionis.”

“AS telah menjadi bahan tertawaan dunia di bulan-bulan awal Pemerintahan Trump. Kami tidak menganggap mustahil bahwa Iran dan para sekutunya akan menjadi pemenang terbesar dalam kondisi ini,” pungkas Atwan.

Tags: