Beda dengan Austria yang Tolak Ajakan Trump, Prabowo Justru Hadiri Pertemuan Board of Peace di Washington
POROS PERLAWANAN — Pemerintah Austria menolak permintaan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump untuk bergabung dalam Board of Peace, forum yang dibentuk Washington guna mempercepat proses gencatan senjata dan rekonstruksi Gaza. Pada saat bersamaan, Presiden Indonesia, Prabowo Subianto hadir dalam pertemuan perdana forum tersebut di Washington D.C. dengan agenda membahas implementasi perdamaian di wilayah Palestina.
Menurut laporan IRNA pada Kamis 19 Februari, kantor berita RIA Novosti mengutip Juru Bicara Kanselir Austria, Seven Wagner, yang menegaskan posisi Wina tetap berpijak pada mekanisme multilateral. “Sebagai salah satu negara tuan rumah Perserikatan Bangsa-Bangsa, Austria berkomitmen pada sistem kerja sama internasional dan siap berkontribusi pada perdamaian berkelanjutan di kawasan Asia Barat.”
Wagner menolak ajakan bergabung dengan forum tersebut. “Kami tidak memiliki keinginan untuk menciptakan struktur yang sejajar dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa.”
Dewan Baru Picu Perdebatan
Board of Peace dibentuk Presiden Donald Trump pada 2026 sebagai instrumen percepatan gencatan senjata dan rekonstruksi Gaza. Forum ini diposisikan sebagai mekanisme pemantauan sekaligus penggerak agenda perdamaian yang dirancang Washington.
Sejumlah negara Eropa menyampaikan keberatan. Kekhawatiran muncul terkait potensi tumpang tindih dengan mandat lembaga internasional yang sudah ada serta konsentrasi pengaruh dalam satu struktur baru. Keanggotaan tetap, dilaporkan mensyaratkan kontribusi finansial sebesar 1 miliar Dolar AS.
Pertemuan resmi pertama dijadwalkan berlangsung di Washington dengan agenda implementasi gencatan senjata serta pembahasan kemungkinan pengerahan pasukan internasional di Gaza.
Prabowo: Fokus pada Implementasi Perdamaian
Presiden Prabowo Subianto mengonfirmasi kehadiran dalam forum tersebut saat Forum Bisnis bersama US Chamber of Commerce di Washington D.C., pada Rabu 18 Februari sore waktu setempat.
“Saya berada di sini atas undangan Presiden Amerika Serikat untuk menghadiri pertemuan Board of Peace yang sangat penting. Pertemuan resmi pertama untuk membahas implementasi dan kelanjutan gencatan senjata di Gaza. Kami terus berupaya merintis jalan menuju solusi nyata dan berkelanjutan atas isu Palestina,” ujar Prabowo.
Prabowo menegaskan arah politik luar negeri Indonesia tetap konsisten. “Kami melanjutkan kebijakan Non-Blok, menghormati semua kekuatan besar. Saya menyatakan tekad menjalankan kebijakan good neighbor policy.”
Diplomasi Indonesia untuk Palestina
Sebelumnya, pada Senin 16 Februari, Menteri Luar Negeri, Sugiono menggelar pertemuan bilateral dengan Wakil Tetap Palestina untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Riyad Mansour, di Kantor Perwakilan Palestina, New York.
Sugiono menegaskan dukungan Indonesia bagi Palestina dan komitmen mendorong perdamaian yang adil serta berkelanjutan. Indonesia kembali menekankan pentingnya “Solusi Dua Negara” sebagai jalan politik utama.
Sugiono juga menyampaikan partisipasi Presiden Prabowo dalam Board of Peace bersama sejumlah pemimpin dunia dari kelompok delapan negara yang aktif mendorong perdamaian Gaza, meliputi Indonesia, Arab Saudi, Turki, Mesir, Yordania, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Pakistan.
“Partisipasi Presiden Indonesia bertujuan memastikan setiap keputusan selaras dengan Piagam PBB dan upaya multilateral yang ada, guna membuka jalan bagi perdamaian yang adil dan berkelanjutan,” kata Sugiono.
Langkah tersebut menempatkan Indonesia sebagai aktor aktif dalam diplomasi Gaza di tengah perdebatan global mengenai efektivitas serta legitimasi Board of Peace.
