Dari Kursus Rahasia hingga Tali Gantung: Jejak Spionase Bahman Choubi
POROS PERLAWANAN — Di balik palu hakim dan tirai besi hukuman mati, tersimpan kisah yang lebih mendebarkan dari fiksi: bagaimana seorang pakar basis data, ambisius dan penuh bakat, berubah menjadi mata-mata tinggi Mossad, lalu bertemu ajal di tiang gantungan. Eksekusi Bahman Choubi pada Selasa pagi, 30 September, menjadi bab penutup dramatis atas operasi spionase lintas negara.
“Iran mengeksekusi Bahman Choubi-Asl, seorang spesialis basis data yang memiliki kerja sama luas dengan Dinas Intelijen Rezim Zionis, setelah menyelesaikan proses hukum.” Kutipan dari laporan Mehr yang dikutip dalam pemberitaan resmi Iran di X.
Kantor Berita Mehr pada 29 September (mengutip agensi Mizan) menegaskan bahwa motif utama Mossad adalah “untuk memperoleh basis data institusi Pemerintah dan menciptakan pelanggaran di pusat data Iran”, serta “menyelidiki rute impor perangkat elektronik”.
Babak Rekrutmen: Gelar, Kursus dan Mata-Mata
Bahman Choubi tidak tiba-tiba terpilih. Ia memulai sebagai mahasiswa spesialis basis data, kemudian menjadi andal dalam algoritma dan struktur penyimpanan informasi. Ketika menghadiri kursus khusus di sebuah negara Teluk, kontak pertama Mossad terbentuk melalui pengamatan rahasia terhadap kemampuannya.
Dalam versi resmi Iran, agen Mossad menyamar sebagai perusahaan depan bernama ESMI. Lewat panggilan dan negosiasi awal, Choubi diajak “kerja sama dalam proyek basis data”. Ajakan itu bukan sekadar teori teknis: ia diperintahkan berkunjung ke luar negeri, membawa laptopnya sendiri sebagai alat misi.
Rencana pertama: Armenia. Namun, petualangan bergeser ke India. Di sana, Choubi mengambil peran aktif di proyek yang diarahkan Mossad. Setelah itu, ia dikirim ke Irlandia guna menerima pelatihan intensif selama 45 hari. Dalam laporan pengadilan, disebutkan bahwa “instruktur berbahasa Persia” yang disiapkan kepadanya melatih cara mengakses pusat data Iran dan memahami struktur internal sistem.
Akses Sensitif dan Penyusupan Data
Kembali ke Iran, posisi Choubi sebagai manajer proyek di sebuah perusahaan berbasis pengetahuan memberinya pintu masuk ke sistem vital telekomunikasi dan data negara. Ia memiliki akses langsung ke proyek-proyek sensitif dan pusat data Pemerintahan. Menurut dokumen persidangan, Mossad menugaskan dia:
1. Berkomunikasi dengan perusahaan perangkat keras dan basis data
2. Menjalin hubungan dengan tokoh kunci di bidang Oracle dan sistem basis data
3. Menyelidiki jalur impor perangkat elektronik
4. Memfasilitasi penyusupan data Pemerintah dan sabotase sistem internal.
Laporan resmi menyebut bahwa “tujuan utama Mossad dalam menarik kerja sama terdakwa adalah memperoleh basis data institusi Pemerintah dan menciptakan pelanggaran di pusat data Iran”.
Salah satu metode sabotase yang disebut dalam dakwaan adalah penyediaan perangkat keras “cacat atau terkontaminasi” agar disisipkan ke sektor teknis target, sebuah modus yang menurut pengadilan pernah diterapkan di sektor nuklir Iran.
Jejak Pertemuan dan Peralatan Intelijen
Dalam dokumen kasus, tercatat bahwa Choubi melakukan 63 pertemuan langsung dalam 9 perjalanan luar negeri, ditambah 95 pertemuan non-tatap muka melalui sistem terenkripsi atau perangkat khusus. Ia menerima kompensasi besar: biaya perjalanan, kursus khusus, perlengkapan intelijen, dan bonus kerja sama.
Pada satu titik, laporan menyebut bahwa seorang petinggi Mossad memuji “kinerja terdakwa dan kualitas kerja sama”, sekaligus menghadiahkan “Windows Red versi terbaru”, perangkat sistem operasi rahasia yang menurut pengadilan hanya digunakan oleh agen tingkat tinggi.
Proses Hukum dan Eksekusi
Jaksa membawa Choubi ke persidangan atas dakwaan “korupsi di muka bumi” (ifsad fil-ardh) lewat tuduhan spionase. Bukti berupa catatan perjalanan, komunikasi rahasia, dan alat-alat intelijen dianggap sangat memberatkan. Mahkamah Agung menolak banding, sehingga putusan mati menjadi final.
Poros eksekusi dilaksanakan pada Selasa pagi. Menurut laporan Mehr/Mizan, “eksekusi dilakukan setelah proses hukum selesai”, menegaskan bahwa putusan telah disahkan oleh Pengadilan Agung.
Refleksi dan Pesan dari Bayangan
Kisah Bahman Choubi bukan hanya tentang seorang individu yang berpindah barang rahasia, ia mencerminkan medan perang digital antara Iran dan Israel. Tehran sering menuding Tel Aviv sebagai dalang di balik serangkaian spionase, sabotase nuklir, dan pembunuhan ilmuwan.
Eksekusi Choubi menjadi pesan keras: rezim Iran bersedia mengawal kedaulatan data dan sistemnya dengan hukuman tertinggi. Bagi publik dunia, kisah ini menegaskan bahwa dalam perang siber dan mata-mata, bayangan bisa berakhir di titik hitam, dengan keputusan yang tidak bisa diundur.
Referensi
1. Mehr News Agency. “Iran executes Israeli spy Bahman Choubi after Supreme Court ruling”.
En.Mehrnews.com — 30 September 2025.
https://en.mehrnews.com/service/politics
2. Mizan News Agency, dikutip dalam laporan Mehr.
“Eksekusi Bahman Choubi, spesialis basis data yang bekerja sama dengan Mossad, dilaksanakan setelah proses hukum final”.
Mehr News/Mizan Judiciary News — 29–30 September 2025.
(dikutip via Mehrnews dan Al Jazeera).
3. Al Jazeera. “Iran hangs ‘one of the most important spies for Israel’ in latest execution”.
Aljazeera.com — 29 September 2025.
https://www.aljazeera.com/news/2025/9/29/iran-hangs-one-of-the-most-important-spies-for-israel-in-latest-execution
4. Mehr News (akun resmi X/Twitter).
“Iran executes Bahman Choubi Asl, an Israeli spy with extensive cooperation with Mossad.”
X.com/MehrnewsCom — 29 September 2025.
https://x.com/MehrnewsCom/status/1972517910309704005
