Loading

Ketik untuk mencari

Iran Lebanon

Dikenal Loyal, Iran Tak Akan ‘Jual’ Sekutu Dekatnya Demi Kepentingannya Sendiri

Dikenal Loyal, Iran Tak Akan 'Jual' Sekutu Dekatnya Demi Kepentingannya Sendiri

POROS PERLAWANAN – Dalam pidato peringatan Hari Quds Sedunia, Sayyid Hasan Nasrallah membahas perkembangan di beberapa negara yang tergabung dalam Poros Perlawanan.

Dilansir Fars, Sekjen Hizbullah menyebut Iran sebagai negara terkuat di Poros Perlawanan. Selama bertahun-tahun, banyak upaya dikerahkan untuk mengembalikan Iran ke Kutub AS-Zionis, namun selalu gagal.

“Iran telah melewati tahap bahaya. Topik ‘perang Iran vs AS’ sudah berakhir. Saat Trump bicara soal perang, Imam Khamenei menegaskan perang tak akan terjadi. Pertaruhan AS dan Rezim Zionis agar Iran mengesampingkan program nuklirnya telah selesai,” kata Sayyid Nasrallah.

Menurutnya, Iran akan terus melawan sanksi, baik AS kembali ke JCPOA maupun tidak; baik sanksi dicabut atau tidak.

Sayyid Nasrallah menyatakan, semua opsi AS-Israel untuk melawan Iran sudah gagal. Sabotase di fasilitas nuklir Natanz ditanggapi serius oleh Iran, yaitu dengan mengayakan uranium 60 persen yang membuat Israel ketakutan.

“Sekarang terdengar berita soal dialog Saudi dengan Iran. Dialog antara mereka adalah hal positif. Kami menyambut baik tiap dialog internasional atau Arab dengan Iran, sebab itu bisa berperan dalam menenangkan Kawasan.”

“Pengalaman selama 40 tahun menunjukkan, Republik Islam Iran tidak akan menjual sekutu-sekutunya atau tawar-menawar atas kepentingan mereka. Pihak yang harus khawatir terhadap dialog Iran-Saudi adalah para sekutu AS di Kawasan, mulai dari Rezim Zionis hingga negara-negara sekitar Teluk Persia.”

“Namun kawan-kawan Iran yakin bahwa apa yang terjadi akan menguntungkan Poros Perlawanan. Kami mendukung dialog Iran dan Kawasan atau Arab, sebab itu akan memperkuat front sahabat dan melemahkan musuh,” tandasnya.

Terkait Suriah, Sekjen Hizbullah mengatakan bahwa Damaskus telah melewati perang dan kini banyak negara Arab yang mulai memulihkan hubungan dengan Suriah.

“Ada gosip soal pertemuan pihak Suriah dan Saudi. Orang-orang Suriah sendiri yang harus mengonfirmasi atau membantah kabar ini. Namun, yang bisa dikatakan adalah Saudi tidak bisa memaksakan syarat-syarat terkait hubungan dengan Iran, sebab Riyadh sendiri juga tengah berunding dengan Teheran,” tuturnya.

“Yaman dengan pemimpin muda dan tulusnya adalah nilai tambah bagi Poros Perlawanan. Rakyat Yaman kini menghadapi agresi Koalisi Saudi di tahun ke-7. Pada akhirnya, mereka akan menang, sebab tak ada opsi bagi dunia selain menghentikan perang,” pungkas Sayyid Nasrallah.

Tags: