Dipandang Lebih Tangguh dari Militer Negara Arab, Hamas Dinilai Sanggup Perang Lawan Israel Hingga Setengah Abad ke Depan
POROS PERLAWANAN – Mantan PM Israel, Ehud Barak, pada Sabtu 3 Mei mendesak agar kesepakatan pertukaran tawanan diwujudkan, bahkan meski konsekuensinya adalah mengakhiri perang di Jalur Gaza.
“Bahkan jika perang mesti dihentikan, kita harus segera bergerak untuk menandatangani kesepakatan. Militer dan Pemerintah kian tergerus seiring berjalannya waktu,” kata Barak, Fars melaporkan.
“Hamas mampu berperang melawan Militer Israel hingga 50 tahun ke depan; Militer yang bisa mengalahkan Mesir atau negara Arab lainnya hanya dalam tempo 3 bulan.”
Menyusul keputusan Kabinet Netanyahu untuk memperluas operasi darat di Gaza, pada Sabtu malam puluhan ribu orang Israel berunjuk rasa di Tel Aviv. Mereka menuntut agar perang dihentikan dan para tawanan segera dipulangkan.
Hariaan Haaretz memberitakan rencana Militer Israel untuk memanggil ribuan serdadu cadangan. Tujuan pemanggilan tersebut adalah perluasan operasi militer di Jalur Gaza.
Menurut sumber-sumber Haaretz, Militer Israel akan memulai pemanggilan tersebut pada malam ini.
Kanal 14 Israel melaporkan, sejak 7 Oktober 2023 silam Militer Rezim Zionis telah mengirim panggilan untuk kali ke-5 kepada para serdadu cadangan, yang tujuannya adalah memperluas lingkup operasi di Gaza.
Kanal ini memberitakan, Militer Israel telah merancang rencana sedemikian rupa, sehingga sekitar 60 ribu serdadu cadangan akan segera ditugaskan untuk mengemban tugas.
Media-media Israel mengumumkan, Kabinet Netanyahu telah bersepakat dengan Militer soal perluasan tahap-tahap operasi di Gaza.
Berdasarkan operasi ini, Militer Rezim Zionis berencana mengosongkan sejumlah wilayah di Gaza dari penduduk dan mendudukinya. Mereka mengeklaim, jika para tawanan tidak dibebaskan, luar Gaza akan berkurang.
