Loading

Ketik untuk mencari

Yaman

Dirjen WHO Akui Dirinya Tak Yakin Bisa Selamat dari Serangan ‘Tanpa Peringatan’ Israel ke Yaman

Dirjen WHO: Saya Susah Payah Selamat dari Serangan Israel ke Yaman

POROS PERLAWANAN – Dikutip Mehr dari Sputnik, Dirjen WHO, Tedros Adhanom menegaskan bahwa ia berada di bandara Sanaa saat Rezim Zionis melancarkan serangan udara.

“Saya tidak yakin bisa selamat dari serangan Israel ke Yaman. Telinga saya masih berdenging meski sudah 24 jam berlalu sejak serangan tersebut,” kata Adhanom.

“Orang-orang berlarian ketakutan ke berbagai arah. Salah satu ledakan dahsyat terjadi di dekat saya berada. Serangan itu hanya beberapa meter dari tempat kami.”

Adhanom menyatakan, Rezim Zionis sama sekali tidak memberikan peringatan akan melancarkan serangan ke bandara Sanaa.

Sementara itu, Koordinator PBB untuk Urusan Kemanusiaan, Julian Harness juga menegaskan bahwa ia berada di bandara Sanaa saat serangan terjadi.

“Ini kawasan yang sangat penting untuk mengirim bantuan kemanusiaan ke Yaman. Palang Merah Dunia menggunakan bandara Sanaa untuk mengirim bantuan. Bandara ini hanya berfungsi untuk penggunaan nonmiliter,” kata Harness.

“Pihak-pihak yang bertikai tidak boleh menyasar target-target sipil. Setelah terjadinya serangan ke bandara Sanaa, kami memperingatkan bahwa aktivitas kemanusiaan bisa saja berhenti.”

Harness menyatakan, ia bersama Dirjen WHO dan 18 staf PBB lain di bandara Sanaa saat Israel melancarkan serangan udara.

“Situasi sangat menakutkan ketika sebuah pesawat sipil yang mengangkut ratusan penumpang Yaman sedang mendarat di bandara. Serangan mengenai lokasi yang berjarak 300 meter di arah utara dan selatan tempat kami berada,” tutur Harness.

Menanggapi serangan udara Israel ke Sanaa dan Provinsi al-Hudaydah, Menlu Yaman, Jamal Amir menegaskan bahwa serangan ke bandara Sanaa sama saja dengan serangan kepada PBB.

“Serangan Israel melukai co-pilot pesawat PBB. Dalam serangan tersebut, landasan pacu dan menara pengawas bandara Sanaa menjadi sasaran setelah pesawat PBB mendarat,” kata Amir.

“Mana mungkin penjahat seperti Netanyahu bisa mengerti bahwa infrastruktur seperti bandara dan stasiun pembangkit listrik bukan target militer rahasia,” kata Amir.

Menlu Yaman menegaskan bahwa serangan ini menunjukkan kekalahan dan ketidakberdayaan Rezim Zionis.

Tags: