Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

Donald Trump Sebut Erdogan ‘Otak di Balik Situasi Suriah’

POROS PERLAWANAN – Presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump, dalam konferensi pers pada Senin 16 Desember, menyatakan bahwa Turki berada di balik perkembangan situasi di Suriah.

“Salah satu pihak di Suriah telah benar-benar tersingkir, tetapi tidak ada yang tahu siapa pihak lainnya. Namun, saya tahu. Anda tahu siapa? Turki!” ujar Trump di hadapan para wartawan.

Trump menambahkan bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Recep Tayyip Erdogan, Turki berhasil mencapai apa yang selama ini mereka inginkan di Suriah. “Erdogan adalah orang yang sangat cerdas. Orang-orang yang sekarang menguasai wilayah itu berada di bawah kendali Turki, dan itu tidak masalah. Ini hanyalah cara lain untuk berperang,” ujarnya.

Trump juga kembali menegaskan bahwa dirinya tidak berniat mengirim pasukan Amerika ke Suriah. “Saya tidak ingin tentara kita terbunuh,” katanya.

Setelah Jatuhnya Pemerintahan Assad, Israel Tingkatkan Serangan ke Suriah

Jatuhnya Pemerintahan Bashar Al-Assad membuka jalan bagi kelompok teroris bersenjata Suriah, termasuk Tahrir Al-Sham, untuk tanpa perlawanan menguasai kota-kota Hama, Homs, dan Damaskus. Namun, kelompok-kelompok ini tidak menunjukkan perlawanan sedikitpun terhadap Israel, yang dalam dua hari terakhir telah melancarkan serangan udara massif ke seluruh Suriah.

Jet-jet tempur Israel secara sistematis menghancurkan basis militer, bandara, dan peralatan militer Suriah, meruntuhkan hampir seluruh infrastruktur pertahanan negara itu. Selain itu, pasukan Israel terus maju ke wilayah sekitar Quneitra dan Damaskus, bahkan menduduki sejumlah desa di kawasan tersebut.

Trump Puji Erdogan, Sebut Langkah Turki “Tidak Bersahabat”

Trump memuji kekuatan militer Turki dan menggambarkan Erdogan sebagai pemimpin yang tangguh. “Turki adalah kekuatan besar, dan Erdogan adalah seseorang yang sangat saya hormati. Dia memiliki Angkatan Bersenjata yang sangat kuat, yang tidak melemah meski dilanda perang,” katanya.

Namun, Trump juga menilai langkah Turki di Suriah, yang dianggap sebagai perebutan wilayah secara agresif, telah menyebabkan banyak korban jiwa. “Turki adalah negara yang sangat cerdas. Erdogan adalah orang yang sangat pintar dan keras kepala, tetapi langkah Turki di Suriah telah menyebabkan banyak orang tewas,” tambahnya.

Trump memprediksi bahwa setelah jatuhnya Pemerintahan Assad, masa depan Suriah kemungkinan akan berada di tangan Turki. “Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi di Suriah, tetapi menurut saya, kunci masa depan Suriah ada di tangan Turki,” ujarnya.

Ketegangan AS vs Turki Soal Dukungan terhadap Pasukan Kurdi

Pasukan Demokratik Suriah (SDF) sebagai sekutu utama Amerika Serikat di Suriah, telah lama menjadi sumber ketegangan antara Washington dan Ankara. Turki menuduh SDF dikendalikan oleh kelompok YPG, cabang PKK di Suriah, yang oleh Turki dianggap sebagai organisasi teroris.

Setelah jatuhnya Pemerintahan Assad, muncul laporan mengenai bentrokan antara pasukan yang didukung Amerika dengan sekutu Turki di Suriah. Namun demikian, Turki baru-baru ini membuka kembali kedutaannya di Damaskus, hanya dua hari setelah Kepala Intelijen negara itu mengunjungi Ibu Kota Suriah.

Menurut laporan Daily Sabah, Erdogan optimistis bahwa selama masa kepresidenan Trump, Turki dan Amerika Serikat dapat mencapai kesepakatan terkait penarikan pasukan Amerika dari wilayah utara Suriah.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tags: