Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

Ekonomi Terjepit di Era Trump, Deretan Perusahaan Besar AS Masuk Jurang Pailit

POROS PERLAWANAN — Tekanan ekonomi yang memburuk pada tahun pertama Pemerintahan Donald Trump kembali mengguncang dunia korporasi Amerika Serikat. Sepanjang 2025, gelombang kebangkrutan dilaporkan melonjak tajam dan mencapai level tertinggi sejak 2021, dipicu oleh kombinasi suku bunga tinggi, pembiayaan yang semakin ketat, serta melemahnya daya beli konsumen akibat inflasi berkepanjangan.

Tahun 2025 menjadi periode penuh tekanan bagi sektor bisnis di Amerika Serikat. Lingkungan ekonomi yang tidak bersahabat, disertai pengetatan likuiditas oleh Bank Sentral AS, mendorong kenaikan biaya pinjaman dan mempersempit ruang gerak perusahaan, khususnya korporasi yang bergantung pada utang dan model bisnis konvensional.

Kondisi tersebut memaksa sejumlah perusahaan besar menghentikan operasional dan mengajukan perlindungan kebangkrutan. Laporan sepanjang 2025 mencatat deretan nama korporasi ternama yang tak mampu bertahan di tengah tekanan ekonomi yang terus meningkat.

Salah satunya adalah Burger King di Amerika Serikat, bagian dari jaringan restoran cepat saji global, yang dilaporkan mengajukan permohonan perlindungan kebangkrutan pada April 2025. Kinerja perusahaan tertekan oleh lonjakan harga bahan baku dan kenaikan upah tenaga kerja, di tengah menurunnya minat konsumen kelas menengah untuk makan di luar akibat harga menu yang semakin tinggi.

Tekanan serupa juga dialami sektor ritel fesyen. Forever 21 kembali terjerumus ke jurang kebangkrutan pada Maret 2025. Peritel tersebut dinilai kesulitan bersaing dengan platform belanja lintas negara berbasis aplikasi yang menawarkan harga lebih murah dan akses yang lebih praktis.

Perubahan perilaku konsumen turut memperburuk kondisi. Konsumen Amerika Serikat dilaporkan lebih memilih membeli pakaian berharga rendah melalui aplikasi daring, sehingga menyebabkan penumpukan stok barang tak terjual di gerai fisik.

Kebangkrutan juga menimpa perusahaan ritel legendaris JC Penney, yang mengajukan pailit pada Desember 2025. Perusahaan ini dilaporkan tidak lagi mampu menanggung tingginya biaya operasional toko fisik, seiring merosotnya jumlah pengunjung pusat perbelanjaan.

Upaya menarik minat konsumen muda yang telah beralih ke platform digital dinilai tidak berjalan optimal. Akibatnya, pendapatan terus menurun dan menambah panjang daftar perusahaan besar yang tumbang di tengah tekanan ekonomi Amerika Serikat pada era awal Pemerintahan Trump.

Tags: