Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Haaretz: Perang Lawan Iran ‘Skandal dan Kekalahan Terbesar Kedua’ Netanyahu Setelah Badai Al-Aqsa 7 Oktober

POROS PERLAWANAN – Pada Selasa 16 Juni, surat kabar Haaretz dalam analisisnya menyatakan bahwa perang yang dipicu Israel terhadap Iran merupakan skandal dan kekalahan besar kedua.

Diberitakan Fars, surat kabar Haaretz menulis bahwa perang Iran sedang berubah menjadi skandal besar kedua dalam sejarah panjang masa jabatan Perdana Menteri Benyamin Netanyahu setelah peristiwa 7 Oktober 2023.

Haaretz mengingatkan bahwa saat perang melawan Hamas, Netanyahu tidak bisa membuktikan janji berulangnya untuk melucuti senjata Gerakan tersebut dan meraih “kemenangan mutlak” untuk Israel. Ditambah fakta bahwa perang melawan Hamas juga tidak disusul konsekuensi berat yang muncul pascaperang melawan Iran. Surat kabar itu menegaskan bahwa kabar-kabar mengenai akhir perang melawan Iran juga sama sekali tidak menjanjikan hal positif bagi Israel.

“Tampaknya Iran saat ini keluar dari perang ini dalam kondisi yang bahkan lebih kuat dan lebih bertekad dibandingkan sebelum perang”, tulis Haaretz.

Haaretz, yang merupakan salah satu media yang menentang Netanyahu, dalam kelanjutan artikelnya menyatakan kegembiraannya melihat keputusasaan Netanyahu dan mesin propaganda yang terkait dengannya.

“Namun demikian, sulit untuk tidak merasa sedikit senang melihat keputusasaan corong-corong propaganda Netanyahu; mereka yang selama berbulan-bulan secara membabi-buta memuji langkah cerdasnya dalam menarik Trump ke perang kedua melawan Iran”.

Haaretz mengingatkan bahwa perang melawan Iran, berbeda dengan keinginan Netanyahu, tidak menyebabkan perubahan Pemerintahan di negara tersebut, tidak menghentikan program nuklir dan rudal Teheran, dan bahkan menyebabkan kerusakan serius pada hubungan Washington dan Tel Aviv.